Menu
Precision, Actual & Factual

Korban Penggusuran Sakit Hati & Kecewa Dengan Sikap Pemprov Lampung

  • Bagikan
Korban Penggusuran Adi Giwox membelakangi bangunan rumahnya yang sudah rata dengan tanah. Foto Dok Tim Advokasi

KIRKA.CO – Kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung mengeksekusi lahan yang ditempati sejumlah warga di Desa Way Hui, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan membuat masyarakat setempat memberi penilaian terhadap sosok Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Salah satu warga korban Eksekusi lahan, Adi Giwox mengaku kecewa atas kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung yang di pimpin oleh Arinal Djunaidi.

“Saya sakit hati dan kecewa dengan sikap Pemprov Lampung. Saya tidak tahu kapan akan memiliki rumah lagi,” kata Adi Giwox, Kamis (22/04).

“Sebelum kejadian ini, saya selalu bilang sama anak saya bahwa kalian harus menjadi orang yang berguna bagi Nusa dan bangsa. Terus Kalau model hukum gini, bangsa yang mana. keadilan yang mana?,” tanya dia.

Kekecewaan ini ia sampaikan mengingat Pemprov Lampung tidak memberi tempo waktu terhadap warga. Selain itu, langkah ini juga dilakukan saat bulan Ramadhan.

“Saya ini diperlakukan seperti perampok. Karena saya tidak dianggap seperti bukan seperti warga negara orang Indonesia dan bukan warga dia,” jelas dia.

Menurut dia, pihaknya mengakui pernah ditegur oleh Pemprov Lampung melalui surat untuk segera mengosongkan lahan tersebut karena adanya asumsi bahwa lahan tersebut milik pemerintah.

“Pemprov Lampung tidak pernah menunjukan surat kepemilikan atas tanah tersebut.Tetapi
kita sempat diundang ke kantor Sat Pol PP yang berlokasi di Pahoman. Hari ini diundang, besok kami disuruh datang. Kita diundang rapat yang berdurasi sekitar 5-10 menit. Dalam rapat itu kita tidak dikasih ngomong sama sekali. Begitu dibuka rapat, berbicara sebentar, kemudian langsung ditutup,” keluh dia.

Kemudian, pihaknya langsung menyurati Gubernur Lampung, Polda, Polres Lampung Selatan dan DPR berikut dengan melampiran surat tanah atas kepemilikan tanah dan bangunan tersebut.

“Saya ada bocoran dari ‘anggota keamanan’, bahwa lahan milik Pemprov ini dasarnya dari Indriyanti. Sedangkan kata Sudaryanto tempat saya beli tanah ini, tanah Indriyanti didekat kantor Polda, diatasnya lagi,” jelas dia.

Dilain sisi, ia mengaku bahwa dirinya beserta keluarga mendukung pemenangannya dengan mencoblos pasangan calon nomor urut 3 ini di Pilgub 2018 lalu. “Arinal waktu nyalon Gubernur, saya dan keluarga milih dia langsung dari hati tanpa adanya bisikan dari orang lain,” ucap dia.

Langkah ini dilakukan, kata dia, karena ia menilai Arinal Djunaidi sebagai sosok yang baik untuk menjadi seorang pemimpin.

“Saya memilihnya, karena pernah shalat bareng di Masjid Way Halim. Disana, saya melihat beliau orangnya baik dan bagus. Lalu saya bilang sama istri kita pilih dia aja. Akhirnya saat pencoblosan kami memilih dia,” tegas dia.

 

Arif Wiryatama

  • Bagikan