KIRKA – Fungsionaris DPP PKS, Yanuar Arif Wibowo, menyampaikan bahwa Koalisi Semut Merah PKS dan PKB masih tahap penjajakan awal menjelang Pemilu 2024.
Baca Juga : Koalisi Indonesia Bersatu Wujud Kesenjangan Elit Parpol dan Publik
“Masih jauh, semua masih penjajakan awal. Biasalah kan wacana, belum ada omongan yang serius, semuanya masih cair,” kata Yanuar usai konferensi pers terkait kunjungan Ketua Majelis Syuro PKS, Dr Salim Segaf Al-Jufri di Lampung 14-16 Juni 2022.
Wakil Ketua DPP PKS Bidang Kepemudaan ini menjelaskan Koalisi Semut Merah yang akan dibangun bersama partai besutan Cak Imin tersebut masih terlalu dini untuk menjadi koalisi permanen.
“Jadi masih kepagian. Tapi kita optimis koalisi akan terbangun karena kursi PKS juga belum sampai 20 persen. Kalau tidak dikabulkan Mahkamah Konstitusi ya pasti akan koalisi,” ujar Yanuar.
Pada Pemilu 2019 lalu, PKS meraih suara sah 11.493.663 atau 8,21 persen dengan 50 kursi.
Saat ini PKS sedang mengajukan uji materi presidential threshold atau syarat ambang batas pencalonan presiden ke Mahkamah Konstitusi. Ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Menuju Pemilu 2024, Yanuar menjelaskan PKS terus menjalin komunikasi dengan partai-partai lainnya seperti NasDem, Demokrat, PKB, dan Golkar, termasuk PDIP.
“Kan harus dilihat kemungkinannya, yang pasti kolaborasi yang dibangun PKS, kita melihat yang terbaik lah untuk bangsa ini,” kata dia.
Baca Juga : Ahmad Muzani Menjamu Cak Imin di Lampung
Meski PKS dan PKB secara politik memiliki ideologi yang berbeda, lanjut dia, Koalisi Semut Merah yang sedang dijajaki bersama tetap berkomitmen untuk memajukan dan menjaga NKRI.






