Menu
Precision, Actual & Factual

Yusdianto Sesalkan Kenapa Pengacara Tak Ajukan Arinal Djunaidi Untuk Dipanggil ke Persidangan

  • Bagikan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Akademisi Unila Yusdianto menyesalkan sikap yang dipilih oleh pengacara Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021 Mustafa saat ditanyai majelis hakim tentang siapa saja nama yang diajukan untuk dipanggil KPK ke dalam ruang sidang pada PN Tipikor Tanjungkarang.

Diketahui, pada Kamis kemarin, 20 Mei 2021, awalnya pengacara Mustafa yakni Muhammad Yunus meminta tanggapan majelis hakim ihwal permohonan pemeriksaan dengan metode konfrontir terhadap Bupati Lampung Timur periode 2016-2021 Chusnunia Chalim dengan mantan Ketua DPC PKB Lampung Tengah Slamet Anwar.

Mereka berdua ingin dikonfrontir tentang siapa sebenarnya yang menerima serta menggunakan uang Rp 150 juta yang bersumber dari uang hasil pengumpulan ijon proyek yang dilakukan Mustafa. Uang hasil tindak pidana korupsi itu kemudian dialokasikan untuk uang mahar politik.

Dan diketahui uang Rp 150 juta itu adalah bagian uang mahar politik Mustafa ke PKB demi mendapat dukungan partai politik pada Pilgub Lampung 2018, atas kesepakatan Mustafa dengan Chusnunia Chalim di tahun 2017.

Di ruang sidang, Yunus diketahui terlibat dialog dengan majelis hakim dan akhirnya Yunus mengajukan penambahan pemanggilan total 4 orang saksi. Saat itu pula, majelis hakim bertanya kepada Yunus apakah ia juga ingin mengajukan penghadiran Purwati Lee? Yunus jawab tidak.

”Ini yang agak kita sesalkan sebenarnya. Mengingat yang diungkap dalam perkara ini adalah juga merupakan bagian dari peristiwa korupsi politik, harusnya kemarin itu, pengacara mengajukan pemanggilan Arinal Djunaidi.

Karena nama itu juga disebut sebagai orang yang pertama mendatangi rumah dinas Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim. Kepentingannya adalah untuk doa dan dukungan jelang Pilgub Lampung 2018, kalau kata saksi Chusnunia Chalim. Sekiranya diajukan nama tersebut, maka menjadi petunjuk, siapa yang berperan aktif untuk menyodorkan dukungan untuk kontestasi Pilgub kemarin.

Kan kalau kata saksi Chusnunia Chalim, dia bilang tidak pernah bicara soal uang atas dukungan. Untuk menjernihkan itu, maka sudah patut agar Arinal Djunaidi diperiksa untuk dikonfrontir,” ungkap Yusdianto.

Meski menyisakan rasa kekesalan, Yusdianto berharap agar pada konteks persidangan berikutnya, pengacara dapat menggali lagi keterangan tentang penyambutan Chusnunia Chalim kepada Arinal Djunaidi.

”Kan agenda sidang besok itu titik tumpunya adalah pengacara. Jadi, pengacara yang akan berperan aktif karena dia yang mengajukan pemeriksaan. Kita harap, hal yang mengenai kunjungan yang diterima Chusnunia Chalim juga digali. Sebab, terdakwa sebelum mencalon sudah terlebih dulu bertandang ke rumah dinas di Lampung Timur yang kemudian kita tahu ada uang mahar politik senilai Rp18 miliar,” harap Yusdianto.

“Kemudian kan begini, akan lebih kemudian bagi KPK ketika berkirim surat. Ini soal efisiensi waktu seperti kata majelis hakim. Pengadilan dan tempat kerja Arinal Djunaidi kan berdekatan, sehingga lebih mudah untuk dihadirkan. Bahasanya gini, tak mungkin habis bensin satu sendok teh kalau sampai yang bersangkutan diminta untuk hadir ke pengadilan,” timpalnya

Yusdianto menambahkan, akan sangat ditunggu apabila persidangan minggu depan akan mempertontonkan lebih jauh tentang siapa sosok yang memperkenalkan Arinal Djunaidi dengan Chusnunia Chalim. Sebab pada persidangan sebelumnya, kata Yusdianto, Chusnunia Chalim menyebut bahwa ketika PKB melakukan pendekatan kepada Arinal, Arinal dinyatakan sedang sibuk karena sedang berpolemik dengan Alzier Dianis.

”Ini juga perlu untuk dipertanyakan. Siapa penghubung antara Arinal Djunaidi dan Chusnunia? Kalau Chusnunia ke Mustafa kan sudah jelas, lewat 2 tim. Yaitu tim Midi dan tim Slamet Anwar. Nah kalau Chunsunia dengan Arinal, siapa dong?” pungkas Yusdianto.

  • Bagikan