Menu
Precision, Actual & Factual

Kesaksian Supir Midi Iswanto Dipertanyakan, Ahmad Basuki: Itu Bohong dan Fitnah!

  • Bagikan
Eks Ketua DPC PKB Lampung Timur Ahmad Basuki alias ABAS. Foto Istimewa

KIRKA.CO – Ungkapan Saefudin supir dari eks pengurus DPW PKB Lampung Midi Iswanto yang menyebut Ahmad Basuki adalah orang yang ditemui di Terminal Gambir, Jakarta, untuk menerima uang Rp 1 miliar atas pesanan ‘Kanjeng Ratu’ Chununia Chalim alias Nunik dinilai bohong.

Diketahui, uang Rp 1 miliar tersebut merupakan bagian dari Rp 18 miliar mahar politik eks Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa ke PKB, pasca Mustafa dan eks Bupati Lampung Timur (Lamtim) Chusnunia Chalim alias Nunik membuat kesepakatan di Cafe Wiseman Coffee House.

Yang menyebut ucapan Saefudin bohong adalah Ahmad Basuki sendiri. Menurut eks Ketua DPC PKB Lamtim tersebut, keterangan Saefudin di persidangan korupsi Mustafa pada Kamis, 22 April 2021 adalah fitnah.

“Yang jelas, itu fitnah dan bohong. Saya tidak kenal Syaipudin. Pemberitaan akhir-akhir ini telah menyudutkan saya dan menjadi beban psikologis untuk keluarga, anak dan istri saya. Jadi, saya tidak ingin banyak komentar,” tulis Ahmad Basuki dalam pesan tertulisnya kepada KIRKA.CO, Jumat malam, 23 April 2021.

Ungkapan dari Ahmad Basuki atau yang punya panggilan lain yakni ABAS tersebut, adalah bagian dari tanggapannya kepada KIRKA.CO atas fakta persidangan yang mencuat dari PN Tipikor Tanjungkarang.

Diketahui, uang Rp 1 miliar ini merupakan bagian dari uang yang diberikan Midi Iswanto kepada eks anggota DPRD Lamtim Siti Ela Nurmayah, yang kini menjabat sebagai anggota Komisi XI DPR RI.

Hal ini diutarakan oleh Midi Iswanto di PN Tipikor Tanjungkarang pada 4 Maret 2021. Kala itu Nunik yang turut hadir dalam sidang dan diperiksa sebagai saksi, membantah keterangan Midi Iswanto tersebut.

Ahmad Basuki mengatakan lagi, bahwa ia secara pribadi tidak pernah merasa bertemu dengan Saefudin dimanapun.

“Maaf mas, saya sebetulnya tidak ingin berkomentar. Karena saya sama sekali tidak mengenal dan tidak pernah bertemu dengan saksi yang mecatut nama saya tersebut,” ungkap Ahmad Basuki.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan