Hukum  

Kejari Lampung Selatan Hentikan Penuntutan Perkara Pencurian

Kejari Lampung Selatan Hentikan Penuntutan Perkara Pencurian
Ilustrasi Restorative Justice. Foto: Istimewa

KIRKAKejari Lampung Selatan hentikan penuntutan perkara pencurian berdasarkan keadilan restoratif. Yang dilakukan sesuai persetujuan oleh JAM-Pidum Kejagung RI.

Baca Juga: Penuntutan 2 Perkara di Wilayah Kejati Lampung Kembali Dihentikan

Melalui siaran persnya yang ditayangkan pada Selasa 28 November 2023, Jaksa Agung melalui JAM-Pidum menyetujui permohonan Restorative Justice, terhadap 11 berkas perkara.

Dimana salah satunya, berasal dari Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, atas nama Tersangka Andi. Dengan sangkaan pelanggaran Pasal 362 KUHP tentang pencurian.

“Selasa 28 November 2023, Jaksa Agung RI, melalui JAM-Pidum Fadil Zumhana. Menyetujui 11 permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif,” begitu penjelasan Kapuspenkum Kejagung RI, Ketut Sumedana, dalam rilisnya.

11 berkas perkara yang dikabulkan permohonan penghentian penuntutannya berdasarkan keadilan restoratif tersebut, antara lain:
1. Tersangka Rijal M Ali alias Ijal, dari Kejari Halmahera Selatan. Disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP, tentang penganiayaan.

2. Tersangka Frenchy Chrisjohn Mikhael Kasim, dari Kejari Minahasa. Disangka melanggar Pasal 80 Ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak, atau kedua Pasal 351 Ayat (1) KUHP, tentang penganiayaan.

3. Tersangka Yunus Tatia Alias Yunus, dari Kejari Minahasa Selatan. Disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang penganiayaan.

4. Tersangka Yeremia Sumasa alias Mia, dari Kejari Minahasa Selatan. Disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP, tentang penganiayaan.

5. Tersangka Selvi Keles, dari Kejari Manado. Disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP, tentang penganiayaan.