Incar 5 Emas PON NTT-NTB, Skuad Paramotor Lampung Kini Diperkuat Pilot Anak SMP

Incar 5 Emas PON NTT-NTB, Skuad Paramotor Lampung Kini Diperkuat Pilot Anak SMP
Semangat atlet Paramotor Lampung berlatih di kawasan Kota Baru demi target 5 emas PON 2028, meski masih terkendala fasilitas mesin yang usang. Foto: Arsip Istimewa/Kirka/I

Kirka – Ambisi besar diusung cabang olahraga (cabor) Paramotor Lampung menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII di NTT-NTB pada 2028 mendatang.

Tak main-main, lima keping medali emas dipatok sebagai target.

Demi mewujudkannya, regenerasi atlet dipacu cepat hingga sukses merekrut talenta muda tingkat SMP, meski skuad udara ini masih dihantui masalah klasik, fasilitas mesin yang termakan usia.

Saat ini, para pilot andalan Sai Bumi Ruwa Jurai tersebut mulai mengintensifkan program latihan di kawasan Taman Keragaman Hayati (Kehati) Kota Baru.

Langkah itu sejalan dengan dorongan KONI dan KORMI Provinsi Lampung untuk memaksimalkan lahan tersebut bagi pembinaan olahraga daerah.

Pelatih sekaligus Penasehat Paramotor Lampung, Waras Budi Hartawan (WBH), mengungkapkan bahwa pasca PON XXI, pihaknya terus melakukan seleksi berjalan dengan sistem promosi dan degradasi.

Hasilnya cukup menggembirakan. Skuad paramotor kini makin gemuk dan diisi oleh berbagai latar belakang.

“Kecenderungan menambah pilot terus meninggi. Kami merekrut anak-anak muda dari SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi.

“Latihan rutin ini juga menjadi ajang penilaian kemajuan mereka, sehingga kita bisa mencatat pilot mana yang berpotensi besar,” ujar Waras, dikutip pada Senin, 23 Februari 2026.

Selain nama-nama berpengalaman seperti Adi Ayang Syah, jajaran atlet Paramotor Lampung kini diperkuat amunisi potensial.

Mulai dari kalangan mahasiswa dari berbagai kampus (Teknokrat, Unila, ITS, UIN, Malahayati), perwira dan anggota TNI AU Lanud Pangeran M. Bun Yamin, anggota Basarnas, pegawai swasta, hingga seorang pelajar SMP bernama Fika.

Sayangnya, semangat juang dan SDM yang melimpah ini harus berbenturan dengan realita pahit di lapangan.

Peralatan tempur para pilot, khususnya mesin dan parasut (payung), kondisinya sudah tertinggal jauh dari standar kompetisi nasional.

Waras membeberkan, dari empat nomor besar di Paramotor, baru Navigasi dan Ekonomik yang bisa dilatih di radius 6 kilometer Taman Kehati Kota Baru.

Sementara nomor Slalom dan Presisi belum memenuhi syarat teknis lahan. Itu pun pelaksanaannya jauh dari kata maksimal.

“Yang nomor Ekonomik secara teknis bisa dilatih, tapi situasinya tidak mendukung karena mesin kita tertinggal satu atau dua generasi.

“Bayangkan, satu liter BBM kita paling lama bertahan 20 menit. Sedangkan mesin lawan yang juara PON kemarin bisa sampai 43 menit.

“Artinya, diirit seperti apa pun, secara teknis kita sudah kalah telak,” ungkap Waras.

Syarat 5 Medali Emas

Pada PON XXIII 2028 nanti, cabor Paramotor memproyeksikan 19 nomor medali yang akan dipertandingkan untuk kategori putra dan putri (Foot Launch, Wheel Launch Solo, Wheel Launch Tandem, dan Slalom).

Menghadapi persaingan ketat tersebut, Paramotor Lampung kini berpacu dengan waktu mencari dukungan peremajaan alat dari berbagai pihak.

Bagi Waras, dalam olahraga dirgantara, keberanian dan skill mumpuni seorang atlet tidak akan cukup jika tidak didukung spesifikasi alat standar.

“Kalau mesin dan payungnya sudah kalah spesifikasi, mau sehebat apa pun pilotnya ya sulit untuk bersaing. Konsekuensi logis di olahraga dirgantara, peralatan adalah faktor mutlak,” tegas Waras.

Meski demikian, ia menjamin komitmen skuadnya jika kendala peralatan ini bisa teratasi.

Alat baru dinilai bisa bertahan 4-5 tahun ke depan sehingga secara jangka panjang lebih hemat.

“Kami terus berupaya mengajukan bantuan. Jika target peremajaan mesin dan payung yang standar ini terpenuhi, kami sanggup penuhi target bawa pulang 5 medali Emas di PON NTT-NTB,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Paramotor terus berkoordinasi intensif dengan KONI Provinsi Lampung agar kawasan Taman Kehati Kota Baru bisa segera disempurnakan menjadi venue ideal, baik untuk pemusatan latihan harian maupun lokasi kejuaraan di masa depan.