Negara ASEAN Penyumbang Sampah Plastik Global
Undangan Panitia HUT Apeksi 2022 Bandar Lampung menuturkan berdasarkan laporan Jambeck et al (2015), terdapat sekitar 4,8 hingga 12,7 juta metrik ton sampah plastik memasuki lautan per tahunnya.
“Indonesia dan beberapa negara ASEAN lainnya seperti Filipina, Vietnam, Thailand, dan Malaysia masuk ke dalam sepuluh besar penyumbang polusi plastik di lautan secara global,” kata Panitia HUT Apeksi 2022 Bandar Lampung.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di negara-negara ASEAN mendorong meningkatnya konsumsi masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada tingginya produksi sampah plastik.
Namun, tingkat pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik yang masih rendah serta rendahnya nilai ekonomi sampah plastik menjadi pemicu utama kebocoran sampah plastik ke lautan (McKinsey, 2015).
Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa setiap hari Indonesia menghasilkan timbunan sampah mencapai 175.000 ton.
“Dimana sebanyak 15 persen dari total timbunan sampah secara nasional tersebut (atau sekitar 26.250 ton per hari)
merupakan sampah plastik,” ujar Panitia HUT Apeksi 2022 Bandar Lampung.
Data tersebut menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kilogram.
Konsumsi Kantong Plastik Peritel Modern Meningkat
Dalam undangannya, Panitia HUT Apeksi 2022 Bandar Lampung menyebutkan KLHK pada tahun 2016 mendata konsumsi kantong plastik di 32.000 peritel modern mencapai 9,85 miliar lembar per tahun.
“Adapun angka tersebut naik 8,83 persen menjadi 10,72 miliar pada tahun 2018 (atau sebanyak 71,5 ribu ton dengan asumsi per kilogram berisi 150 lembar plastik),” kata Panitia.
Menanggapi isu tersebut, ASEAN bekerjasama dengan Norwegia meluncurkan The ASEAN-Norwegian Cooperation Project on Local Capacity Building for Reducing Plastic Pollution in the ASEAN Region (ASEANO).
Sebagai bagian dari The Norwegian-ASEAN Regional Integration Programme (NARIP) yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi di wilayah ASEAN dalam upaya pencapaian target pengurangan sampah plastik secara signifikan baik secara nasional maupun secara regional.
Baca Juga : Walhi Lampung Minta BKSDA Usut Penyu Mati di Pantai Minang Rua
ASEANO Project fokus pada pengembangan kapasitas dan ilmu pengetahuan dalam menanggulangi sampah plastik di lautan dengan menyasar pada sumber plastik di daratan.
Workshop peringatan HUT Apeksi 2022 Bandar Lampung diharapkan menjadi ajang berbagi pengalaman dari kota-kota di Indonesia dalam upaya penggunaan kemasan ramah lingkungan.






