Hukum  

Hakim Mentahkan Jurus Sakit Pinggang Sekretaris PWNU Lampung Ariyanto Munawar

Jurus Sakit Pinggang Sekretaris PWNU Lampung Ariyanto Munawar
Sekretaris PWNU Lampung, Ariyanto Munawar didahulukan diperiksa karena ngaku sakit pinggang tanpa bawa surat dokter dan sempat minta dipanggil ulang. Foto: Arsip KIRKA.CO.

”Baik. Satu aja dulu, yang sakit. Yang saksi lain bisa nunggu di luar, tapi jangan jauh-jauh,” imbau Jaksa KPK itu kepada Tamanuri, M Dawam Rahardjo dan saksi lainnya.

”Ya.. Tolong ya pak ya, dari pada kita memeriksa orang di sini, bapak cuma mendengar tidak ditanya, apa istilahnya, seperti kebingungan. Baik silakan untuk di ruang tunggu. Karena memeriksa saksi itu butuh waktu, butuh konsentrasi, silakan bapak duduk di belakang aja,” saran Lingga kepada saksi lain.

”Jadi selain saksi Ariyanto Munawar, silakan untuk duduk di luar persidangan, di luar di luar persidangan. Silakan meninggalkan persidangan tapi jangan jauh-jauh. Hanya yang sakit, pak Ariyanto yang tinggal di sini. Silakan ke depan, duduk di tengah,” tandas Jaksa KPK itu lagi.

”Karena ini ada yang sakit,” ucap Lingga untuk menjelaskan alasan kenapa Ariyanto Munawar didahulukan pemeriksaannya.

Ariyanto Munawar kembali diceramahi oleh Lingga Setiawan untuk lain waktu mengerti kalau persidangan tidak membutuhkan ucapan tanpa bukti yang lengkap.

Baca juga: KPK: Gedung Lampung Nahdliyin Center Disita Sebagai Barang Bukti

”Dari dokter dulu, baru ini pak saya sakit pak. Kalau nggak ada surat dokter gimana kita mau…,” kata Lingga.

Jurus sakit pinggang Ariyanto ini belakangan sering digaungkan hakim. Berulang kali hakim menyinggung sakit pinggang Ariyanto Munawar yang tampak tidak terlalu menganggu persidangan.

”Tadi katanya sakit, sekarang udah segar. Gimana pak,” ucap hakim-hakim. ”Kalau ditanya soal aliran, sakit. Kalau ditanya soal NU, semangat gitu,” singgung hakim di muka sidang.

Usai selesai diperiksa, Ariyanto Munawar menyalami beberapa orang di ruang persidangan. Salah satunya adalah Anggota Komisi V DPR RI, Tamanuri.

”Ehh, Yuhadi. Apa kabar?” kata Ariyanto ke Anggota DPRD Bandar Lampung, Yuhadi yang berada di ruang persidangan.

Baca juga: Profil Pengurus Yayasan Karami Haikal Study dan Hubungannya Dengan Perkara Korupsi Unila

Ditanyai awak media apakah dirinya mengalami saraf terjepit atau tidak, Ariyanto Munawar tidak memberikan jawaban. Beberapa orang yang mengawal Ariyanto Munawar pulang dari PN Tanjungkarang menyarankan awak media tidak terlalu banyak bertanya.

Ariyanto Munawar kaget mendengar pertanyaan awak media soal pekerjaannya yang menurut dia adalah seorang petani melainkan memiliki usaha Akrilik di Lampung. ”Waduh,” kata Ariyanto disambut gelak tawa awak media.

”Bang Ariyanto lagi sakit, udah dulu ya,” kata pria yang mendampinginya. Raut wajah Ariyanto Munawar tiba-tiba berubah dan malah mengajak awak media untuk bersama-sama dengan dia berobat ke rumah sakit.