“Dengan kehadiran pemain Bhayangkara FC yang juga pemain tim nasional (timnas) Indonesia di coaching clinic ini akan memompa semangat dan kesempatan menimba ilmu untuk anak-anak di Lampung. Terutama binaan di SSB yang menjadi peserta coaching clinic ini,” ujarnya.
Kebanggaan serupa juga diungkapkan orang tua yang mendampingi anak-anak mereka saat berlatih.
“Kita para orang tua anak-anak ini turut senang dan bangga, karena kini di Lampung sudah ada klub liga satu dan anak-anak kita bisa mendapat manfaat menimba ilmu langsung dari para pemain profesional,” demikian kata salah satu orang tua yang hadir.
Adanya sinergi positif antara Asprov PSSI Lampung dan Bhayangkara FC ini, Yoga Swara mengajak masyarakat Lampung untuk mendukung penuh keberadaan Bhayangkara FC.
“Ini jersey yang saya pakai adalah jersey resmi Bhayangkara Presisi Lampung FC, sudah ada tapisnya, jadi Bhayangkara FC resmi di Lampung,” tegasnya.
Baca juga: Patrick Kluivert dan Keajaiban Ramadhan 2025 ke Piala Dunia!
Yoga Swara memastikan, program pembinaan seperti coaching clinic ini akan berlanjut dan menjadi agenda rutin Asprov PSSI Lampung, dengan menggandeng Bhayangkara FC untuk memberikan sentuhan profesional.
“Harapannya kedepan kemampuan anak-anak di Lampung akan terasah dan pembinaan lebih terarah, dengan begitu potensi munculnya pemain berbakat di Lampung akan semakin terbuka,” harapnya.
Ia mengungkapkan, bahwa membangun sepak bola butuh perjuangan kolektif. “Proses ini harus kita lakukan dan kita yakin bisa saat dilakukan bersama-sama dan saling mendukung. Dan alhamdulillah kita punya Gubernur yang sangat komitmen dalam mendukung sepakbola kita,” tandas Yoga.
Langkah Asprov PSSI Lampung menggandeng klub profesional dan pemain Timnas ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi terciptanya ekosistem pembinaan sepak bola di Sai Bumi Ruwa Jurai.
Sehingga akan membuka jalan akan lahirnya bintang-bintang sepak bola masa depan dari Provinsi Lampung. (*)






