Ganjar Pranowo Nyapres Konstelasi Politik Berubah

Ganjar Pranowo Nyapres Konstelasi Politik Berubah
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Tangkapan Layar Kanal YouTube Ganjar Pranowo

KIRKAGanjar Pranowo nyapres konstelasi politik berubah setelah pernyataannya siap maju di Pilpres 2024 pada Selasa, 18 Oktober 2022.

Menurut Peneliti Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati, pernyataan itu bisa membuat konstelasi koalisi dan wacana figur-figur Pilpres berubah.

“Itu juga bisa berarti mengubah konstelasi politik yang ada, baik itu koalisi sekarang, maupun wacana nominasi figur-figur lain,” kata dia pada Jumat, 21 Oktober 2022.

Wasisto menilai perubahan konstelasi politik tidak lepas dari elektabilitas Ganjar Pranowo.

Hasil kajian sejumlah lembaga survei menyebutkan Ganjar di posisi pertama mengalahkan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, dan Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Selain itu, pernyataan Ganjar Pranowo nyapres telah membuat opini publik terpecah,” ujar Wasisto.

Pasalnya, lanjut dia, setelah Partai Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres, sorotan publik terfokus ke Anies dan Nasdem.

“Ini lebih pada merespons dinamika politik sekarang dimana tensi politik mulai menghangat pasca deklarasi Anies Baswedan,” kata dia.

Konstelasi politik Indonesia berubah usai Ganjar Pranowo siap nyapres. Namun, pernyataan Ganjar tidak otomatis membuat dirinya mendapatkan tiket menjadi capres PDIP. 

“Saya pikir nominasi capres dari PDIP selalu terjadi di menit-menit akhir kalau berkaca pada pengalaman yang lalu,” ujar Wasisto.

Dia mengatakan walaupun Ganjar Pranowo nyapres konstelasi politik berubah, semua masih tergantung pada keputusan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Posisi PDIP sebagai pemegang kursi mayoritas di parlemen akan menciptakan suatu stabilitas politik dalam nominasi capres menjadi kandidat definitif,” kata dia.

Sebelumnya, Ganjar Pranowo menyatakan kesiapannya maju pada Pilpres 2024 jika diusung oleh PDIP dalam acara talk show BeritaSatu.

Gubernur Jawa Tengah ini berharap partainya tidak mengabaikan kehendak publik yang menginginkan dirinya nyapres di 2024.

Ganjar mengaku tetap menghormati etika politik di internal PDIP bahwa mekanisme pengumuman capres dilakukan oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Kalau partai kan keputusannya hasil kongres, di Bu Mega,” kata dia.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Siap Nyapres