Menu
Precision, Actual & Factual

DPRD Minta Pemda Se Lampung Fokus Urus Covid 19

  • Bagikan
Kirka.co
"Fokus sama ini aja dan kemudian tenaga Pemda dikerahkan semuanya ke 15 kabupaten/kota sebagai penanggungjawab atau menjadi satgasnya," kata Anggota Komisi V DPRD Lampung Syarif Hidayat, Senin 19 Juli 2021. Foto Istimewa

KIRKA – Pemerintah Provinsi Lampung mesti fokus dalam melakukan penanggulangan Covid-19 dengan mengerahkan sumber daya manusia di Bumi Ruwa Jurai.

Hal ini mengingat, Lampung kembali menempati posisi tiga besar dengan angka kematian tertinggi mencapai 4,6 persen berdasarkan data dari kementerian kesehatan pada Jumat 16 Juli 2021 kemarin.

“Fokus sama ini aja dan kemudian tenaga Pemda dikerahkan semuanya ke 15 kabupaten/kota sebagai penanggungjawab atau menjadi satgasnya,” kata Anggota Komisi V DPRD Lampung Syarif Hidayat, Senin 19 Juli 2021.

“Karena pemerintah mesti mengerjakan persoalan ini secara luar biasa untuk bisa mengontrol dan mengendalikan itu dengan fokus,” tegas dia.

Saat disinggung Lampung kurang 12 juta lebih dosis vaksin, wakil rakyat Dapil Kota Bandar Lampung ini menjelaskan bahwa distribusi dan ketersediaan masih sangat jauh.

“Kondisi kita kalau dilihat secara nasional belum siap untuk mengelola, baik pengadaannya kemudian distribusi dan pelaksanaannya,” ujar mantan Anggota DPRD Kota Bandar Lampung ini.

Sebelumnya, situs Kementerian Kesehatan, pencapaian vaksinasi Lampung per 13 Juli 2021 pukul 12.00 WIB untuk vaksinasi dosis 1 sebanyak 530.025 orang atau 45,56 persen.

Sedangkan pencapaian vaksinasi dosis 2 baru sebanyak 238.693 orang atau 20,52 persen.

Pencapaian itu menempatkan Lampung pada urutan ketiga dari bawah setelah Maluku Utara dan Sumatra Barat untuk dosis 1, dan urutan ketiga dari bawah setelah Aceh dan Sumatra Barat untuk dosis 2.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto mengatakan vaksinasi Covid-19 di Lampung tersendat.

Fahrizal menyebut situasi ini terjadi karena stok vaksin di Lampung kurang 12 juta lebih dosis vaksin.

Fahrizal menyebut, pihaknya bisa saja mempercepat laju vaksinasi di Lampung jika stok vaksin tercukupi.

“Kita masih kekurangan vaksin 12 juta dosis lebih. Ini bisa lakukan sebenarnya upaya maraton untuk mempercepat tapi persoalannya adalah jumlah dosis yang masih kita terima ini masih terbatas,” ujar Fahrizal dalam diskusi daring, Selasa 13 Juli 2021.

  • Bagikan