Namun kemudian Karomani meminta Asep Sukohar melalui Karo Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Unila, Budi Sutomo, agar sumbangan dari Zuchrady ditagih lagi.
Atas hal ini, Asep Sukohar meminta sumbangan lagi kepada Zuchrady dan Zuchrady memberikan uang lagi senilai Rp50 juta.
Dari peristiwa tersebut, Karomani akhirnya klop menerima Rp250 juta atas penitipan calon mahasiswa kedokteran dan Asep Sukohar menerima Rp100 juta yang disebutnya sebagai penggantian uang miliknya terdahulu yang dipakai saat kegiatan Muktamar NU.
Baca juga: Kronologi Hakim Ultimatum Jurnalis yang Liput Sidang Korupsi Unila
Simak transkrip dialog sekilas antara JPU KPK bernama Asril dan Zuchrady:
Asril: Bapak sekarang bekerja di mana pak?
Zuchrady: Di rumah sakit pak.
Asril: Bapak punya anak yang pernah dititipkan masuk ke Fakultas Kedokteran Unila?
Zuchrady: Benar.
Asril: Siapa namanya?
Zuchrady: R****
Asril: Bapak hubungi siapa waktu masukin anaknya ke Unila?
Zuchrady: Profesor Asep Sukohar.
Asril: Bagaimana awalnya pak, bisa masukin anak lewat pak Asep Sukohar untuk masuk kedokteran Unila?
Zuchrady: Pada awalnya saya menitipkan anak saya, pada saat itu, ada rapat Muswil IDI.
Asril: Apa hubungan bapak dengan pak Asep Sukohar?






