Menu
Precision, Actual & Factual

Detik Ini Saya Tidak Percaya Lagi Aziz Syamsudin, Saya Kecewa

  • Bagikan
Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsudin. Foto Dok Tim Media Aziz Syamsudin

KIRKA.COKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI didesak untuk segera memperjelas status Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin dalam dugaan kasus korupsi Wali Kota Tangjungbalai M Syahrial yang juga menyeret salah satu penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP).

“Kita sangat berharap KPK tegas dan tanpa pandang bulu terkait pemberantasan Tipikor. Karena persoalan ini jelas adanya dugaan keterlibatan anggota DPR RI, jadi segera lakukan penyidikan terhadap Azis syamsuddin,” kata Ketua DPP LSM PEMATANK, Suadi Romli, Senin (26/04).

Persoalan ini, kata dia, tentunya mencoreng nama baik Partai Golkar dan para Wakil Rakyat yang duduk di Senayan, mengingat perannya dalam perkara dugaan suap oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020-2021.

“Saya menduga jika peran sertanya turut mengamini kasus korupsi di Indonesia. Tentunya ini menjadi preseden buruk bagi para Wakil Rakyat kita,” ungkap dia.

Oleh karena itu, kata dia, Lembaga Anti Rasuah ini harus mengambil sikap tegas sebagai lembaga independen yang dibentuk negara untuk menekan angka korupsi di Indonesia dalam menangani dugaan keterlibatan Azis Syamsuddin dalam pusaran Walikota Tanjung Balai.

“Kita juga meminta bapak Azis Syamsuddin untuk memberikan klarifikasi terhadap persoalan tersebut agar tidak jadi krisis kepercayaan masyarakat terhadap status DPR,” kata Suadi Romli.

Rakhmat Husein DC Ketua KRLUPB mengaku pesimis dengan sikap KPK dalam menangani persoalan ini. “Saya agak pesimistis, gimana mau nyapu kalau sapunya kotor. Ingat sapu kotor di KPK ada campur tangan bang Azis,” ungkap dia.

Ia mengimbau Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin untuk menginstropeksi diri di bulan Ramadhan yang penuh Berkah dan Rahmat serta pengampunan ini.

“Saya sampaikan ke bang Azis Syamsuddin bahwa ini bulan Ramadhan yang penuh Berkah dan Pengampunan sebaiknya menyatakan diri bersalah, baik di kasus Tanjung Balai dan Mustafa. Sampaikan permintaan maaf ke publik dan minta ampun ke Allah. Untuk proses hukumnya, kita ikuti,” kata dia.

“Bang Azis Syamsudin harus sadar bahwa segala sesuatu yang kita lakukan didunia ini nanti akan dicatat dan diperiksa oleh malaikat. Jadi, mumpung bang Azis masih hidup masih bisa minta maaf dan minta ampun sama Allah,” ujar dia.

Atas persoalan ini, kata dia, membuat lunturnya kepercayaan masyarakat terhadapnya dirinya. “Jadi bukan krisis kepercayaan lagi. salah satu petinggi media di Lampung mengatakan didepan saya, bahwa detik ini tidak percaya dengan Azis Syamsuddin, saya kecewa,” pungkas Rakhmat Husein DC.

Sebelumnya, Firli Bahuri menyampaikan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menjadi aktor di balik pertemuan antara oknum penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) dengan Wali kota Tanjungbalai periode 2016-2021 M Syahrial.

Hal itu diungkapkan Firli dalam konstruksi perkara dugaan suap oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2020-2021.

Terkait kasus ini, KPK sudah menetapkan tiga tersangka, yakni penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP), Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial (MS), dan seorang Pengacara bernama Maskur Husain (MH).

“Pada Oktober 2020, SRP melakukan pertemuan dengan MS di rumah dinas AZ (Aziz Syamsuddin) Wakil Ketua DPR RI di Jakarta Selatan,” kata Firli dalam jumpa pers di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, 22 April 2021.

 

Arif Wiryatama

  • Bagikan