Imam: Pemilihan Wakil Bupati Lampura Terkesan Prank

Kirka.co
Anggota DPRD Lampung, Imam Suhada. Foto Istimewa

KIRKA – Pemerintah kabupaten Lampung Utara terkesan tidak serius dalam pelaksanaan pengisian kursi jabatan Wakil Bupati.

Karena proses tahapan menuju pemilihan belum berjalan sehingga belum ada kepastian untuk pelaksanaannya.

Baca Juga 4 Nama Menguat Jadi Calon Wakil Bupati Lampung Utara

“Pilwabup Lampura hanya “prank” dari Pemkab. Jangankan jadwal pemilihan, tatib pun tak jelas kapan dirumuskan dan disahkan,” kata Ketua DPD Partai Nasdem Lampura, Imam Syuhada, Rabu (25/08/2021).

“Akar masalahnya, belum ada titik temu apalagi ada nota kesepakatan antara pemkab dan dewan untuk pilwabup,” tegas dia.

Baca Juga Buka Perkara Lampung Utara, KPK Diminta Jangan Tutup Fakta Oknum Auditor BPK

“Lucunya lagi, partai pengusung didorong untuk segera mengajukan calon. Istilahnya, pertandingan belum pasti dibuka tetapi kontestan sudah disuruh masuk lapangan,” ucap Imam.

Statemen Sekkab Lampura yang memberikan penjelasan pada Sekdaprov Lampung bahwa partai pengusung belum menyampaikan nama-nama usulan ke DPRD mengindikasikan bahwa Pemkab akan menjerumuskan dan mengorbankan parpol pengusung untuk sebuah ‘omong kosong’.

Baca Juga Eks Wabup Lampura Sri Widodo Diduga Gelapkan Lari Mahar Politik Rp1,5 Miliar untuk Partai Hanura

“Berarti Sekkab memberikan informasi yang salah dan menjerumuskan. Karena yang justru mengangkangi aturan itu Pemkab Lampura,” ucap dia.

“Karena Pemkab sesungguhnya tidak serius dan terkesan setengah hati dan hanya melepas balak (gugur kewajiban). Tahapan terpenting justru tidak dilakukan,” tegas dia.

Bagaimana mungkin, tambah Imam, parpol dapat mengusulkan dua nama calon untuk dipilih, sementara pilwabup belum pasti digelar.

Karena sampai saat ini, belum dilakukan komunikasi politik antara bupati, Sekretaris Kabupaten selaku ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah dengan pimpinan DPRD
untuk memastikan pelaksanaan Pilwabup.

Namun, parpol diminta berembuk untuk untuk bersepakat menetapkan dua calon yang konsekuensinya sangat besar.

“Pak Lekok harus pahami duduk persoalannya. Pastikan dulu bahwa Pilwabup akan digelar,”ujar Anggota DPRD Provinsi Lampung ini.

“Kalau kepastian itu belum ada, jangan salahkan parpol pengusung. Bagaimana mungkin parpol akan menyampaikan dua nama untuk Pilwabup yang belum jelas kepastiannya,” pungkas Imam Suhada.

Penulis: Arif Wiryatama