Prabowo Perkuat Ketahanan Pangan Lampung 37 Ribu Ton Beras

Prabowo Perkuat Ketahanan Pangan Lampung 37 Ribu Ton Beras
Ketahanan pangan bukan cuma soal produksi, tapi yang terpenting adalah akses warga ke makanan. Bantuan beras di Lampung ini jadi langkah konkret pemerintah menyelamatkan perut masyarakat rentan dari hantaman paceklik. Foto: Arsip Kementan/Pemkab Lamsel/Kirka/Iz

Kirka – Sebanyak 37.270 ton bantuan pangan berupa beras mulai disalurkan bagi 1,2 juta warga kurang mampu di Provinsi Lampung guna mengantisipasi datangnya musim paceklik.

Penyaluran secara simbolis dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bersama Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, di KDMP Pisang, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat, 11 September kemarin.

Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, membedah langkah pemerintah pusat dari kacamata hak atas pangan.

Ketersediaan stok melimpah di gudang tidak otomatis membuat perut rakyat terisi jika daya beli masyarakat bawah merosot.

“Merujuk Undang-Undang Pangan maupun rumusan FAO, ketahanan pangan memiliki empat pilar pokok, yaitu ketersediaan, akses, pemanfaatan, serta stabilitas.

“Konsep dari ekonom Amartya Sen mengonfirmasi bahwa produksi bukanlah satu-satunya penentu, melainkan akseslah yang memegang peranan paling vital,” papar Mahendra, Sabtu, 12 September 2026.

Ia menjabarkan lebih jauh, pembagian 10 kilogram beras per bulan bagi Penerima Bantuan Pangan merupakan instrumen wajib dari negara.

“Bantuan beras langsung menjembatani kesenjangan akses bagi kelompok rentan pada desil satu hingga desil empat.

“Merekalah kelompok yang paling mudah ambruk ketika harga kebutuhan pokok bergejolak di pasaran,” tuturnya.

Langkah konkret menjaga daya beli warga selaras dengan target swasembada Presiden Prabowo Subianto.

Indonesia sukses menembus rekor cadangan beras nasional sebanyak 5,3 juta ton pada Mei 2026.

“Produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia,” tegas Presiden Prabowo.

Merespons ketersediaan cadangan melimpah, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengambil keputusan kilat lewat penambahan kuota 1 juta ton beras.

Manuver birokrasi bertujuan memastikan pembagian terus berjalan sampai Desember 2026.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman turut mempertegas dimensi moral dari perlindungan sosial kabinet.

“Kita wajib lindungi rakyat Indonesia, lindungi petani, dan orang miskin. Mimpi Bapak Presiden, setiap pulau mandiri pangannya,” tutur Amran saat berpidato di Simposium Nasional KAHMI.

Menanggapi keselarasan antar kementerian, Mahendra memberikan garis bawah atas eksekusi di lapangan.

“Kepemimpinan Presiden Prabowo berhasil diterjemahkan lewat gerak cepat kabinet, baik oleh Menko Pangan maupun Mentan.

“Penambahan alokasi beras sampai akhir tahun merupakan langkah tepat menyelamatkan masyarakat dari hantaman masa paceklik,” urai Mahendra.

Sebagai ujung tombak distribusi, Perum Bulog menjamin seluruh beras sampai ke tangan warga dengan presisi sasaran, ketepatan jumlah, dan jaminan mutu.

“Bulog memastikan pasokan stok aman serta penyaluran lancar sampai diterima oleh masyarakat yang berhak,” tandas Ahmad Rizal Ramdhani.

Sinergi kuat Badan Pangan Nasional, Bulog, serta sokongan penuh jajaran pemerintah daerah di wilayah Lampung memegang peran sentral dalam kelancaran distribusi ke depan.