Baru Setahun Eksis di Lampung, Ratusan Pemain Siap Rebut Rp126 Juta di Ajang Padel Gubernur Cup

Baru Setahun Eksis di Lampung, Ratusan Pemain Siap Rebut Rp126 Juta di Ajang Padel Gubernur Cup
PBPI dan KONI Lampung siap gelar Padel Gubernur Cup 2026, perebutkan total hadiah Rp126 juta. Foto: Arsip KONI/Kirka/Iz

Kirka – Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) Provinsi Lampung bersiap menggelar kejuaraan akbar bertajuk Padel Gubernur Cup 2026.

Kompetisi tingkat daerah yang memperebutkan total hadiah Rp126 juta bakal berlangsung pada 3-4 Oktober mendatang di lapangan The Canopy, Bandar Lampung.

Walau cabang olahraga padel baru setahun merambah Bumi Ruwa Jurai, animo masyarakat terbilang sangat tinggi.

Panitia pelaksana membuka lima kategori pertandingan, meliputi tingkat junior, pemula, aparatur sipil negara (ASN), bronze (perunggu), hingga silver (perak).

Ketua Panitia Padel Gubernur Cup 2026, Putri Nilam Suri Djausal, menyampaikan bahwa kompetisi bertujuan menjaring atlet potensial sekaligus meningkatkan iklim kompetitif.

Melalui kejuaraan, penyelenggara juga berupaya memperluas pengenalan olahraga raket perpaduan tenis dan squash ke khalayak luas.

“Kita ingin menjaring dan meningkatkan olahraga padel, agar makin dikenal dan terus tumbuh di Lampung,” ungkap perempuan sapaan akrab Nilam, Rabu, 2 September 2026.

Hingga awal September, jumlah pendaftar sudah menembus angka 130 orang.

Mengingat waktu pelaksanaan masih tersisa satu bulan, pihak penyelenggara membuka opsi untuk memperketat proses seleksi kepesertaan demi menjaga kualitas turnamen.

“Saya berharap para atlet di Lampung mengikuti kejuaraan secara maksimal guna terus mengasah kemampuan dan meningkatkan daya saing kompetitif,” tambahnya.

Respons positif juga mengalir dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung.

Ketua KONI, Taufik Hidayat, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan turnamen mengingat pesatnya perkembangan padel di tengah masyarakat, yang ditandai dengan bermunculannya berbagai sarana latihan baru.

“Padel berkembang pesat seiring munculnya banyak tempat latihan dan venue.

“Kita berharap bisa menjaring banyak atlet, serta mendorong pemilik lapangan untuk memprioritaskan pembinaan,” papar Taufik.

Lebih jauh, kehadiran kompetisi diharapkan menjadi pintu masuk bagi pencarian bibit-bibit unggul untuk dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Keterlibatan komunitas dari berbagai elemen diyakini akan melahirkan wajah-wajah baru pembawa prestasi bagi daerah.