Jadi Ketum PBSI Lampung, Eko Agung Rombak Total Mesin Pembinaan Demi PON 2032

Jadi Ketum PBSI Lampung, Eko Agung Rombak Total Mesin Pembinaan Demi PON 2032
Nakhoda Baru Bulu Tangkis Lampung! Eko Agung Saputra Terpilih Aklamasi Pimpin PBSI Lampung 2026-2030. Didukung Penuh KONI, Jajaran Pengurus Siap Rombak Total Pembinaan Atlet Menuju PON 2032. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Tampuk kepemimpinan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Provinsi Lampung resmi berganti.

Lewat jalur aklamasi yang mulus, Eko Agung Saputra ditetapkan sebagai Ketua Umum periode 2026-2030 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) di Amalia Hotel, Bandarlampung, Sabtu, 23 Mei 2026.

Langkah Eko menuju kursi nomor satu berjalan tanpa hambatan usai mengantongi dukungan penuh dari 11 pengurus kabupaten/kota (Pengkab/Pengkot) yang hadir.

Di Lampung sendiri terdapat 15 daerah yang bernaung di bawah PBSI, namun beberapa di antaranya terpaksa absen lantaran masih terganjal proses administrasi Surat Keputusan (SK).

Menyikapi kekosongan tersebut, Eko langsung memasang target jangka pendek usai ketok palu pengesahan.

“Fokus terdekat saya adalah merampungkan kepengurusan definitif di kabupaten yang masih tertunda.

“Mudah-mudahan dalam satu bulan ini semuanya bisa beres,” ujar Eko.

Rampung urusan dapur internal, fokus Eko langsung tertuju pada arena pertandingan.

Pria yang telah belasan tahun makan asam garam di kepengurusan PBSI ini mengusung ambisi besar, merombak total mesin pembinaan atlet demi menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.

Ia tak menampik bahwa panggung bulu tangkis nasional kerap didominasi oleh atlet-atlet asal Pulau Jawa.

Namun, bagi Eko, tradisi tersebut bukan berarti tidak bisa dipatahkan oleh daerah.

“Sesuai tagline kami menuju prestasi puncak di PON 2032, pembinaan atlet akan kita genjot lagi.

“Formula lama yang terbukti baik tetap dipakai, tapi wajib dimodifikasi dengan kebutuhan kekinian. Kita akan coba tembus dan bersaing di level nasional,” tegasnya.

Semangat revitalisasi yang diusung sang nakhoda baru ini ibarat gayung bersambut dengan harapan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung.

Hadir membuka Musprov, Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, memberikan catatan tebal terkait peta kekuatan olahraga di daerah.

Taufik secara khusus menyoroti penyakit klasik berupa ketimpangan pembinaan atlet yang selama ini cenderung terpusat di Bandar Lampung.

“Kita ingin pembinaan berjalan merata. PBSI dituntut proaktif mendata dan membina atlet-atlet muda potensial di seluruh kabupaten.

“Dengan begitu, stok atlet tangguh kita tidak akan pernah habis,” sentil Taufik di hadapan peserta Musprov.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar jajaran pengurus baru segera memanaskan mesin.

Pasalnya, ada agenda pra-kualifikasi PON 2028 yang sudah menanti di depan mata sebagai batu loncatan penting menuju PON 2032.

Turut menjadi saksi dalam estafet kepemimpinan tertinggi organisasi bulu tangkis Lampung ini, hadir pula jajaran teras KONI Lampung, di antaranya Kabid Organisasi Sri Sulastuti dan Wakbid Organisasi Rudi Antoni.