Puncak Mujahadah Nisfussanah ke-27 di Waykanan, Pemprov Lampung Ajak Masyarakat Rajut Keutuhan NKRI

Puncak Mujahadah Nisfussanah ke-27 di Waykanan, Pemprov Lampung Ajak Masyarakat Rajut Keutuhan NKRI
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, Mohammad Zimmi Skil, saat menghadiri Puncak Mujahadah Nisfussanah Wahidiyah ke-27. Foto: Arsip Disperindag/Kirka/I

Kirka – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya jamaah Wahidiyah, untuk menjadikan doa bersama dan pendekatan spiritual sebagai benteng utama dalam merajut keutuhan NKRI.

Pesan kebangsaan tersebut ditegaskan oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, Mohammad Zimmi Skil, saat menghadiri Puncak Mujahadah Nisfussanah Wahidiyah ke-27 di Kampung Tegal Mukti, Kecamatan Negeri Besar, Kabupaten Waykanan, Sabtu, 9 Mei 2026.

Di hadapan para alim ulama, tokoh masyarakat, serta ribuan pengamal Sholawat Wahidiyah, Zimmi Skil menyampaikan bahwa kegiatan mujahadah bukan sekadar penguatan spiritual semata.

Lebih dari itu, forum ini adalah ikhtiar nyata dalam menjaga ketenteraman dan keharmonisan bermasyarakat.

“Di tengah dinamika dan tantangan zaman saat ini, bangsa Indonesia sangat membutuhkan kesejukan, persaudaraan, dan nilai-nilai moral.

“Hal inilah yang menjaga masyarakat kita tetap bersatu dan saling menghormati,” ujar Zimmi.

Pemprov Lampung juga secara khusus menyoroti ancaman degradasi moral yang mengintai generasi muda.

Pesatnya arus informasi dan perkembangan zaman menuntut hadirnya lingkungan yang mampu membentuk karakter tangguh.

Dalam hal ini, kehadiran Penyiar Sholawat Wahidiyah dinilai memiliki peran yang sangat strategis.

Pembinaan mental melalui mujahadah rutin dari tingkat kabupaten hingga ke desa-desa di Waykanan, terbukti membantu pemerintah menanamkan nilai-nilai Akhlakul Karimah.

“Generasi muda kita butuh kesadaran spiritual agar tidak mudah terseret arus pergaulan bebas maupun perilaku menyimpang.

“Pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan fisik, tetapi harus diimbangi dengan kekuatan moral dan keteduhan hati masyarakatnya,” tambahnya.

Apresiasi tinggi juga diberikan kepada pengurus dan jemaah Wahidiyah yang selama ini aktif menjadi mitra pemerintah.

Sinergi yang baik antara pemerintah daerah (umaro), tokoh agama (ulama), dan organisasi keagamaan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial guna mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Lampung yang berkualitas.

Menariknya, sebelum menutup sambutan, Zimmi membacakan bait pantun titipan dari Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang langsung memecah suasana menjadi lebih hangat dan akrab.

“Anak muda datang mengaji,

Sholawatan sambil memuji,

Kalau hidup banyak diuji,

Rajin ibadah jangan lupa ngopi.”

“Semoga doa bersama ini senantiasa membawa keberkahan, keselamatan, dan menjauhkan bangsa Indonesia dari segala bentuk perpecahan,” pungkasnya