Seruan untuk Gubernur: Wujudkan Pasar Modern di Adijaya

Seruan untuk Gubernur: Wujudkan Pasar Modern di Adijaya
Ilustrasi - Modern dan Canggih: Proses pemeriksaan ternak menggunakan perangkat elektronik di Regional Hub Sumatera, Pasar Hewan. Foto: Arsip Wiki/DBS/Kirka

Kirka – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, didorong untuk segera mengambil langkah strategis merevitalisasi Pasar Hewan di Kampung Adijaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Mengingat posisinya sebagai pasar ternak kambing terbesar di provinsi, infrastruktur yang ada dinilai sudah tidak lagi mampu menampung besarnya potensi ekonomi yang berputar.

Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyoroti ketimpangan antara perputaran uang dan kelayakan fasilitas di pasar tersebut.

Menurutnya, momentum perbaikan infrastruktur tidak boleh dilewatkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

“Setiap tahun, terutama saat mendekati Hari Raya Idul Adha, pedagang dari berbagai provinsi tumpah ruah di pasar ini.

“Pernah tercatat seorang pedagang asal Empat Lawang, Sumatera Selatan, langsung memborong 100 ekor kambing dalam sekali kunjungan.

“Sayangnya, potensi ekonomi yang luar biasa itu dibiarkan berjalan tanpa dukungan infrastruktur yang memadai,” ujar Mahendra, Kamis, 12 Maret 2026.

Mahendra menilai sudah saatnya wajah Pasar Adijaya dirombak total dan diangkat derajatnya menjadi pasar hewan modern berstandar regional Sumatera.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia memaparkan sejumlah fasilitas krusial yang harus disiapkan oleh pemerintah daerah, antara lain:

  • Pos Kesehatan Hewan Terpadu: Dilengkapi dengan tim dokter hewan yang bersiaga 24 jam.
  • Sistem Skrining Elektronik: Berfungsi untuk deteksi dini berbagai virus ternak, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
  • Timbangan Digital Terstandar: Menjamin transparansi dan keadilan transaksi antara peternak dan pembeli.
  • Fasilitas Karantina: Mengisolasi ternak yang baru masuk atau terindikasi sakit.
  • Pengolahan Limbah Terpadu: Memastikan kebersihan lingkungan pasar dan mencegah pencemaran ke permukiman warga.

Sebagai pembanding, Mahendra mencontohkan langkah berani Kabupaten Magetan yang mengalokasikan anggaran Rp3,5 miliar untuk membangun Pasar Hewan Modern Trosono.

Keputusan tersebut berbuah manis karena pasar itu kini menjadi rujukan utama pasar hewan sehat di Jawa Timur.

Tidak hanya itu, Kabupaten Rembang di Jawa Tengah juga sedang mematangkan konsep fasilitas yang lebih progresif, seperti pembangunan hotel hewan, arena kontes ternak, hingga rumah karantina.

“Inovasi dari daerah-daerah tersebut terbukti bukan hanya mempercantik fasilitas, tetapi secara langsung mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor retribusi layanan yang jelas,” papar Mahendra.

Lebih lanjut, Mahendra menegaskan bahwa Lampung tidak boleh tertinggal.

Posisi geografisnya yang strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera memberikan peluang emas bagi provinsi ini untuk menjadi hub atau pusat lalu lintas ternak antar provinsi.

Menurutnya, Pasar Adijaya adalah titik nol paling masuk akal untuk memulai lompatan besar tersebut.

Ia berharap Gubernur Rahmat Mirzani Djausal melihat gagasan ini bukan sebatas pembangunan fisik semata.

“Bapak Gubernur, revitalisasi pasar hewan ini adalah investasi jangka panjang.

“Manfaatnya merambat dari peningkatan ekonomi peternak akar rumput, perlindungan kesehatan masyarakat dari wabah penyakit hewan zoonosis, hingga peningkatan PAD kita.

“Mari wujudkan Pasar Hewan Modern Adijaya. Bukan mimpi di siang bolong, melainkan sebuah keniscayaan jika kita mau bergerak bersama,” pungkasnya.