Hukum  

Sahriwansah Ngaku Pakai Uang Korupsi Retribusi Sampah Bandarlampung Untuk Ngecat Tugu Gajah

Sahriwansah Ngaku Pakai Uang Korupsi Retribusi Sampah Bandarlampung Untuk Ngecat Tugu Gajah
Sahriwansah saat usai dimintai keterangannya sebagai Terdakwa, Kamis 3 Agustus 2023, di PN Tipikor Tanjungkarang. Foto: Eka Putra

KIRKA – Terdakwa Sahriwansah ngaku pakai uang hasil korupsi retribusi sampah Bandarlampung untuk beberapa kepentingan Dinas Lingkungan Hidup, salah satunya di kegiatan ngecat Tugu Gajah.

Baca Juga: Hayati Ungkap Aliran ke Sejumlah Pejabat DLH Bandarlampung

Kamis 3 Agustus 2023, Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan korupsi iuran retribusi sampah DLH Bandarlampung, yang terjadi pada Tahun Anggaran 2019-2021.

Dimana kali ini tiga Terdakwa didudukkan di hadapan Majelis Hakim, guna dimintai keterangannya masing-masing, diantaranya atas nama Sahriwansah, Hayati dan Haris Fadillah.

Pada keterangannya, Sahriwansah selaku Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandarlampung, turut ditanyai terkait uang aliran hasil tindak pidana korupsi iuran retribusi sampah yang ia terima.

Yang kemudian dijabarkan olehnya, uang-uang itu ia gunakan untuk memberikan sembako hingga sarung untuk diberikan ke Petugas Kebersihan. Bahkan ia mengaku sebagian ia gunakan untuk kegiatan pengecatan Tugu Gajah Kota Bandarlampung.

“Uang yang saya terima dari retribusi sampah yang tidak masuk ke PAD, saya pakai untuk kegiatan sembelih qurban, untuk beli sembako dibagi ke satgas dan petugas di DLH. Beli sarung, untuk uang makan para petugas kebersihan yang kerja sampai malam. Untuk mengecat Tugu Gajah Kota Bandar Lampung juga,” jelas Sahriwansah.