KIRKA – Pencapresan Puan Maharani tidak mendongkrak suara PDIP di Pemilu 2024 berdasarkan hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
“Mbak Puan tidak meningkatkan elektabilitas PDIP kalau dia dicalonkan,” kata Saiful Mujani dalam keterangannya, Kamis, 29 September 2022.
Dalam keterangannya, Pendiri SMRC ini memaparkan hasil wawancara tatap muka pada 5-13 Agustus 2022.
Survei dilakukan terhadap 1.220 responden yang memiliki hak pilih dan dipilih secara random dengan response rate sebesar 1053 atau 86 persen.
Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen
Saiful Mujani menyajikan sejumlah simulasi yang mengungkap efek ekor jas bagi PDIP dari empat nama potensial yaitu Puan Maharani, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto.
Baca Juga: Elektabilitas PDIP Tidak Tergoyahkan
Dari empat nama potensial capres 2024, hanya Ketua DPR RI Puan Maharani yang diprediksi tidak akan mampu mendongkrak suara PDIP.
Sementara tiga nama lain mampu mengerek suara PDIP dengan elektabilitas dari 36-43 persen.
Dalam survei terbuka terhadap PDIP tanpa tokoh yang diusung di pilpres, kata Saiful Mujani, sebanyak 28 persen responden mengaku akan memilih partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.
“Sisanya, 43 persen menyatakan tidak memilih, dan 29 persen tidak menjawab,” ujar dia.
Hasil survei SMRC menyatakan pencapresan Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Pilpres 2024 tidak akan meningkatkan elektabilitas partainya.
“Mbak Puan itu agak mengancam terhadap PDI Perjuangan. Orang yang sudah ada di PDIP pun itu bisa pergi, kalau Mbak Puan dipaksakan jadi calon, itu fakta temuan kita dari eksperimen itu,” kata Saiful Mujani.
Dia menjelaskan hasil skenario pertama jika PDIP mengusung Puan Maharani putri Megawati Soekarnoputri.
“Perolehan suara PDIP justru turun menjadi 25 persen, sisanya 44 persen tidak memilih, dan 31 persen tidak tahu,” ujar dia.
Temuan SMRC, dari 4 nama potensial sebagai capres 2024, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo signifikan mendongkrak suara PDIP.
“Angkanya mencapai 43 persen. Hanya 33 persen yang menjawab tidak akan memilih, dan 24 menyatakan tidak tahu atau tidak jawab,” kata Saiful Mujani.
Sementara mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di angka 38 persen, dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto 36 persen.
Baca Juga: PDIP Lampung Diminta Gotong Royong Jual Nama Puan Maharani
Pencapresan Puan Maharani tidak mendongkrak suara PDIP dan memberikan efek negatif pada Pilpres 2024.
“Ganjar Pranowo adalah pilihan terbaik bagi PDIP untuk tetap menjadi partai terbesar dan mendapatkan dukungan paling banyak dibanding partai lain,” ujar Saiful Mujani.
Secara keseluruhan Ganjar memiliki pengaruh paling positif pada peningkatan suara PDIP sebesar 14,7 persen. Sementara pengaruh Anies Baswedan 9,9 persen, dan Prabowo 8,4 persen.






