Hukum  

MAKI Ungkap Aktivitas Bermain Judi Gubernur Papua

MAKI Ungkap Aktivitas Bermain Judi Gubernur Papua
Momen aktivitas judi Gubernur Papua, Lukas Enembe. Foto: Istimewa.

KIRKA – MAKI ungkap aktivitas bermain judi Gubernur Papua, Lukas Enembe di beberapa negara. Gubernur Papua yang terjerat kasus korupsi di KPK itu diduga bermain judi di 3 lokasi.

”Di Solaire Resort & Casino, Entertainment City, Manila, Filipina. Kemudian di Casino Genting Highland, Malaysia. Lalu di Hotel Crockford Sentosa, Singapura,” ungkap Koordinator MAKI, Boyamin Saiman pada 24 September 2022.

MAKI juga mendapatkan foto dan video atas aktivitas Lukas Enembe selama berkegiatan di luar negeri. Dalam foto dan video yang dibagikan Boyamin Saiman, terlihat sedang duduk di meja judi.

Baca juga: Mahfud MD Tegaskan Kasus Lukas Enembe Tak Ada Rekayasa Politik

”Terkait dengan Lukas Enembe yang diduga bermain judi di luar negeri, MAKI telah mendapatkan data dari orang-orang di sekitarnya. Bahwa betul memang ada dugaan permainan judi di tiga negara,” kata Boyamin Saiman.

Dia menuturkan bahwa Lukas Enembe selama beraktivitas di tiga negara itu didampingi oleh beberapa orang. Misalnya ketika bulan Juli, Lukas Enembe saat berada di luar negeri dalam kondisi sehat.

”Dan juga perjalanan ini selalu diikuti oleh beberapa temannya dan kelihatan pak Lukas bulan Juli itu sehat karena berjalan di bandara Singapur. Kami punya videonya,” ungkap Boyamin Saiman.

Dengan kondisi serta aktivitas ini, MAKI berharap Lukas Enembe dapat menghadiri pemanggilan yang dilayangkan kepadanya. Untuk diketahui, Lukas Enembe dijadwalkan untuk menghadap penyidik KPK. Panggilan tersebut merupakan kali kedua dilakukan KPK.

”Menurut saya, (Lukas Enembe) cukup sehat. Jadi berkaitan dengan rencana pemanggilan KPK, mestinya bisa didatangi,” harap Boyamin Saiman.

Melihat aktivitas judi ini, MAKI mendesak kepada KPK agar mendalami dana yang digunakan Lukas Enembe. ”Apakah berasal dari kantong pribadi atau berasal dari yang lain,” ujarnya.

MAKI prihatin atas aktivitas Lukas Enembe yang bertolak belakang dengan kondisi masyarakat Papua. ”Saya sampai prihatin, masyarakat Papua masih miskin tapi kemudian pemimpinnya malah justru diduga bermain judi dan judi yang sangat elite,” terangnya.

Di sisi lain, KPK memberikan tanggapan atas alasan ketidakhadiran Gubernur Papua, Lukas Enembe memenuhi panggilan KPK dalam kapasitas sebagai tersangka dugaan penerimaan suap.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri menyatakan bahwa alasan kesehatan yang disampaikan pihak Lukas Enembe harus lah disertai dengan dokumen resmi dari tenaga medis.

Baca juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Dikabarkan Berstatus Tersangka KPK

”Supaya kami dapat analisis lebih lanjut. KPK juga telah memiliki tenaga medis khusus dalam melakukan pemeriksaan baik terhadap saksi ataupun tersangka yang dipanggil KPK,” ujar Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya.

”Karena KPK memahami bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap manusia, keinginan tersangka untuk berobat ke Singapura, kami pertimbangkan. Namun tentu kami juga harus pastikan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap tersangka lebih dahulu ketika ia sudah sampai di Jakarta.
Oleh karenanya KPK tentu berharap pihak dimaksud memenuhi panggilan pada 26 September 2022 di Gedung Merah Putih KPK sesuai yang KPK telah sampaikan secara patut,” tegas Ali Fikri.