KIRKA – Tim Satgas Pangan Bandar Lampung sidak harga bahan pokok di pasar tradisional pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 3 September 2022.
“Satgas Pangan Kota Bandar Lampung melakukan sidak pada 2 lokasi pasar yaitu Pasar Kotakarang dan Pasar Cimeng,” ujar Kepala Dinas Pangan Kota setempat, I Kadek Sumartha, Kamis, 8 September 2022.
Baca Juga: Cek Penerima Subsidi BBM Lewat Aplikasi Kemensos
Satgas Pangan Kota, lanjut dia, mulai diaktifkan sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri dalam Rakornas Pengendalian Inflasi pada 5 September 2022.
“Sidak pasar dilakukan dalam rangka memantau ketersediaan dan harga bahan pangan di pasar,” kata dia.
Tim Satgas Pangan Bandar Lampung melakukan pemantauan harga terhadap 16 komoditas di dua pasar tradisional tersebut.
“Hasil pantauan, kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas pangan yaitu beras, bawang merah, bawang putih, cabe rawit,” ujar Kadek.
Menurut dia, hal itu disebabkan beberapa faktor seperti cuaca.
“Beras dikarenakan adanya kenaikan harga gabah, beberapa waktu yang lalu, kenaikan harga beras juga karena adanya penyaluran beras PKH,” jelas dia.
Hasil sidak Tim Satgas Pangan Bandar Lampung menemukan, secara umum, jumlah pembeli dan omset penjualan berkurang sejak terjadinya kenaikan harga BBM.
“Durasi waktu berjualan lebih lama. Wawancara dilakukan pada beberapa konsumen, yang mengungkapkan bahwa kenaikan harga BBM berdampak besar pada daya beli,” kata Kadek.
Tim Satgas Pangan Bandar Lampung sidak harga bahan pokok dan menemukan harga komoditas (Rp/Kg) sebagai berikut:
Pasar Kotakarang
Beras Premium (12.500); Beras Medium (10.000); Beras Termurah (9.600); Jagung Pipilan Kering (8.000); Kedelai Biji Kering (15.000); Bawang Merah (30.000); Bawang Putih/Bonggol (22.000); Bawang Putih/Kating (-).
Cabai Merah Keriting (70.000); Cabai Rawit Merah (50.000); Daging Sapi Murni (128.000); Daging Ayam Ras (22.500); Telur Ayam Ras (28.000); Gula Pasir Lokal/Curah (13.000); Minyak Goreng (14.000); Tepung Terigu (11.000).
Pasar Cimeng
Beras Premium (12.000); Beras Medium (10.000); Beras Termurah (9.000); Jagung Pipilan Kering (8.000); Kedelai Biji Kering (15.000); Bawang Merah (32.000); Bawang Putih/Bonggol (24.000); Bawang Putih/Kating (-).
Cabai Merah Keriting (75.000); Cabai Rawit Merah (60.000); Daging Sapi Murni (130.000); Daging Ayam Ras (25.000); Telur Ayam Ras (27.000); Gula Pasir Lokal/Curah (13.500); Minyak Goreng (14.000); Tepung Terigu (9.000).
I Kadek Sumartha menyampaikan pihaknya telah melaporkan hasil sidak harga bahan pokok kepada Wali Kota Bandar Lampung melalui Pj Sekretaris Daerah kota setempat.
Tim Satgas Pangan Bandar Lampung, lanjut dia, mengimbau masyarakat, pedagang dan pembeli, untuk tidak mudah termakan oleh isu kenaikan harga bahan pokok.
“Sidak pasar ini merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat, dan jangan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah,” pungkas dia.






