Erick Thohir Dinilai Layak Maju di Pilpres 2024

Erick Thohir Dinilai Layak Maju di Pilpres 2024
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) disambut Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo Syaikhul Ulum Syuhadak (kanan) di Kampung Wates, Lampung Tengah, Selasa (10/5). Foto: Josua Napitupulu

KIRKA – Menteri BUMN Erick Thohir dinilai layak maju di Pilpres 2024 oleh Penggerak Milenial Indonesia (PMI).

Koordinator Bidang Politik dan Demokrasi PMI, Wildan, menilai kemampuan Erick Thohir selama menjabat sebagai Menteri BUMN membuktikan dirinya berhasil mengemban amanah sebagai menteri sekaligus sebagai profesional.

Baca Juga : Erick Thohir Curhat Media Menulis Dirinya Rajin ke Ponpes, Ngapain? 

“Terbaru, Erick berhasil menggagas beberapa program yang fokus untuk mengembangkan perekonomian pondok pesantren yang mandiri,” kata Wildan dalam keterangannya pada Selasa, 10 Mei 2022.

PMI menilai sosok pria kelahiran Lampung Tengah itu mampu menunjukkan potret pemimpin ideal untuk menyongsong Indonesia ke depan serta layak maju pada Pilpres 2024.

Wildan mencatat beberapa torehan terbaru Erick Thohir di BUMN, yaitu menjalin kerjasama dengan Nahdlatul Ulama (NU) dengan mendirikan BUMNU (Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama).

BUMNU merupakan program kolaborasi antara BUMN dan unit usaha di bawah ormas NU untuk mendorong perekonomian umat berbasis pesantren.

“Dan itu adalah hasil kerja keras Pak Menteri,” ujar dia.

Melalui kerjasama dengan BUMN, lanjut Wildan, lembaga pesantren bisa lebih maju dan progresif.

“Program Santripreneur dan Santri Magang di BUMN dibuat oleh Pak Erick untuk memberdayakan santri dalam mengembangkan bisnis dan mengasah pengalaman dalam dunia profesional,” jelas dia.

“Ada pula Program Makmur yang menyasar pengembangan agribisnis bagi santri,” tambahnya.

Wildan turut mengamati bahwa program yang digagas Erick Thohir ini dilengkapi dengan program vokasi melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Baca Juga : Erick Thohir Bangun Desa di Lampung Pakai Uang Pribadi 

“Program ini dilengkapi dengan program vokasi melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Selain itu, ada juga program beasiswa pendidikan S2 yang dapat diikuti guru dan pengajar di pesantren,” pungkas Wildan.