Menu
Precision, Actual & Factual

Tri Umaryani Saksi Tipikor BUMD Lambar

  • Bagikan
Suasana Sidang Tipikor saat Tri Umaryani menjadi Saksi. Eka Putra

KIRKA.CO – Tri Umaryani mengakui pernah berinisiatif untuk turut campur permasalahan pengurusan rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sekincau Lampung Barat.

Saat ia masih menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Lampung Barat.

Keterangan tersebut terlontar langsung dari ucapannya saat ia dihadirkan sebagai saksi dalam gelaran persidangan lanjutan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Perusahaan Daerah (PD) Pesagi Mandiri Perkasa, atas nama terdakwa Galih Priadi selaku Direktur Utama, serta Deria Sentosa selaku Direktur Operasional dan Produksi, yang digelar pada Senin (15/2) lalu.

Dalam kesaksiannya, Tri Umaryani yang kini menjabat sebagai Kadis Pora Pariwisata Kabupaten Lampung Barat , menyatakan bahwa pernah memanggil Galih Priadi ke kantornya untuk bertanya terkait perkembangan rencana pembangunan SPBU Sekincau, hal tersebut pun turut menjadi pertanyaan besar bagi majelis hakim, mengingat dirinya saat itu adalah Kadis ESDM dan tidak ada keterkaitan dengan Badan Usaha Miliki Daerah (BUMD).

“Kepada saksi Tri Umaryani, anda pernah ikut urus rencana pembangunan SPBU Sekincau ini ya?” tanya Hakim Gustina.

“Pernah yang mulia, waktu itu saya sempat panggil Pak Galih, untuk bertanya perkembangan rencana pembangunan SPBU itu” jawab Tri.

“Saat itu Anda kan Kadis ESDM, siapa yang perintah anda untuk ikut urus kerjaan BUMD masalah pombensin itu?” lanjut Hakim.

“Inisiatif saya yang mulia, maksudnya mau diskusi bantu Pak Galih biar mudah urus rencana pembangunan SPBU” terang Tri.

Seraya dengan keterangan wanita kelahiran 70an tersebut, Hakim pun bertanya keberlanjutan usai diskusi ia dan terdakwa, yang dari keterangan di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) miliknya, dirinya pernah bepergian dengan terdakwa ke Palembang untuk mengurus rencana pembangunan SPBU tersebut.

“Setelah pertemuan di kantor anda, Apakah saksi pernah bepergian dengan terdakwa Galih Priadi ke Palembang buat urus SPBU?” tanya Hakim.

“Pernah yang mulia, waktu itu saya ke Palembang bersana Pak Galih dan satu lagi kenalan saya pengusaha SPBU tapi saya lupa namanya, ke bagian pemasaran SPBU Pertamina bantu – bantu cari informasi” tandasnya.

“Apakah itu termasuk perjalanan Dinas ?” sambut Hakim.

“Tidak yang mulia, ke Palembang itu bukan masuk ke dalam perjalanan dinas” jawab Tri.

Diketahui rencana pembangunan SPBU Sekincau tersebut pada akhirnya harus kandas, lantaran lokasi tempat di mana Pom Bensin itu akan dibangun merupakan objek lahan yang bersengketa antara warga eks pasar Sekincau dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat, dan pada akhirnya dimenangkan oleh pihak warga yang dikuatkan oleh Mahkamah Agung di tahun 2018.

Oleh karena tidak dapat terlaksana, maka dana yang dikucurkan oleh Pemkab Lampung Barat pada tahun anggatan 2016 lalu yang diperuntukkan sebagai pembangunan SPBU Sekincau, digunakan oleh kedua terdakwa untuk dialihkan ke usaha lain tanpa persetujuan dari dewan pengawas BUMD PD. Pesagi Mandiri Perkasa, yang pada akhirnya merugi dan dianggap telah mengakibatkan kerugian keuangan negara.

  • Bagikan