Menu
Precision, Actual & Factual

Modus Jual Beli Proyek, Oknum ASN dan eks Sekretaris Dinas BMBK Pemprov Lampung Diadili

  • Bagikan
Kirka.co
Ruang Sidang R. Suryono Gedung Pengadilan Negeri Tanjungkarang, tempat digelarnya persidangan Tipu Gelap Modus Jual Beli Proyek Di Dinas Bina dan Marga Bina Kontruksi Provinsi Lampung. Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Dua oknum PNS yang berdinas di Bina Marga Bina Kontruksi Provinsi Lampung, didakwa telah melakukan penipuan terhadap seorang bernama Dafriansyah dengan modus jual beli proyek, hingga mengakibatkan kerugian sebanyak Rp684 juta.

Dalam persidangan yang digelar Senin 5 Juli 2021 ini, terdakwa Hasrul didakwa jaksa telah bersama-sama dengan seorang oknum eks Sekretaris BMBK Provinsi Lampung, Nurbuana, melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan atau 372 KUHP tentang penggelapan Juncto Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dalam dakwaan Hasrul yang dibacakan oleh Jaksa, ia beserta dengan Nurbuana disangkakan melakukan kejahatannya dengan cara meminta komitmen fee 12 persen dari nilai paket proyek yang dijanjikan kepada korban, yang dijanjikan akan dimenangkan dalam lelang lima paket pekerjaan proyek, yang disebut pula bahwa pekerjaan tersebut adalah milik seorang bernama Juprius.

Lima paket proyek tersebut yakni Proyek pembangunan ruas jalan yang terletak di Padang Cermin,Teluk Kiluan, Kabupaten Pesawaran, pembangunan ruas jalan Kalirejo-Pringsewu, Kabupaten Lampung Tengah, pembangunan ruas jalan di  Gunungbatin – Daya Murni, Kabupaten Tulangbawang Barat.

Proyek pemeliharaan ruas jalan yang terletak di Jabung Simpang Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, serta keduanya menjanjikan proyek pemeliharaan ruas jalan yang terletak di Metro Tanjung Kari, Kabupaten Lampung Timur.

Dari permintaan komitment fee yang akan dibayarkan, akhirnya didapati kesepakatan uang muka dari korban Dafriyansyah sebesar Rp684 juta, yang kemudian ia serahkan langsung kepada terdakwa Hasrul secara bertahap sejak Januari hingga Februari 2020.

Usai lelah menantikan janji yang tak terealisasi tersebut, akhirnya Dafriyansyah mencoba mengkroscek nama-nama perusahaan pemenang lelang proyek, yang didapati tidak ada satupun proyek yang dijanjikan mencantumkan nama perusahannya sebagai pemenang.

  • Bagikan