Menu
Precision, Actual & Factual

Tanggapan KPK Ihwal Pernyataan Eks DPRD Kota Bandar Lampung Wahyu Lesmono Tentang Surat Panggilan Saksi

  • Bagikan
Jaksa sebagai Penuntut Umum dari KPK Taufiq Ibnugroho memberikan tanggapan atas pernyataan Wahyu Lesmono di PN Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 7 April 2021. Foto : Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung periode 2014-2019 Wahyu Lesmono mengaku mangkir untuk hadir ke dalam ruang persidangan karena surat panggilan dari KPK belum ia terima.

Atas pernyataan ini, KIRKA.CO melakukan pertanyaan kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiq Ibnugroho.

Mungkinkah KPK telah berbuat demikian sesuai kata Wahyu Lesmono?

“Kalau kita (KPK_red) ya, sudah kirimkan (surat panggilan sebagai saksi kepada Wahyu Lesmono_red) secara patut dan sah.

Sesuai dengan aturan atau mekanisme atas pemanggilan seseorang sebagai saksi yang diatur di dalam KUHAP,” ungkap jaksa KPK Taufiq Ibnugroho, Rabu, 7 April 2021.

KIRKA.CO : Terserah dia mau bilang apa, begitu?

TAUFIQ: Iya.

Diketahui, Wahyu Lesmono belakangan telah hadir ke ruang persidangan pada 7 April ini setelah sebelumnya mangkir.

Sebelumnya, berdasarkan keterangan KPK di ruang sidang, Wahyu Lesmono seyogyanya harus hadir pada persidangan di PN Tipikor Tanjungkarang, Rabu lalu, 31 Maret 2021.

Wahyu Lesmono dalam fakta persidangan belakangan mengaku telah mendapat proyek di Dinas PU-PR Lampung Selatan senilai Rp 14,5 miliar.

Dari proyek yang ia dapat tersebut, ia kemudian menyetor fee senilai Rp 2.150.000.000.

Pengerjaan proyek tersebut tidak dilakoninya sendiri, melainkan dilaksanakan oleh Sona atau Jabasona, seorang kontraktor atas CV Sakura yang disebutnya sebagai saudaranya.

Proyek yang ia terima itu menurutnya, didapat berkat unsur partai politik. Ia adalah politisi PAN. Sekarang menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kota Bandar Lampung.

Sosok yang menjembatani Wahyu untuk mendapat proyek di Dinas PU-PR Lampung Selatan adalah Agus Bhakti Nugroho, yang juga kader PAN bekas anggota DPRD Lampung dan juga staf khusus eks Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan.

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan