KIRKA – Sebanyak 50 ribu penduduk Bandar Lampung tak punya toilet, bahkan lebih dari 100 ribu penduduk yang sudah punya toilet tetapi tidak punya tangki septik.
“Masih membuang ke sungai dan selokan,” kata City Coordinator Bandar Lampung dan Metro dari SNV Indonesia, I Nyoman Suartana, pada Jumat, 22 April 2022.
Baca Juga : SNV Indonesia dan NU Bandar Lampung Kolaborasi Wujudkan Sanitasi Aman
SNV Indonesia, lanjut dia, gencar mendorong perubahan perilaku masyarakat termasuk pemangku kepentingan yang terlibat di dalamnya.
Salah satunya dengan menyusun dokumen strategi perubahan perilaku terhadap penduduk Bandar Lampung yang tak punya toilet.
“Sudah terbentuk tim komunikasi perubahan perilaku dari berbagai unsur seperti Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan,” ujar Nyoman.
Penyusunan dokumen tersebut bertujuan adanya percepatan dalam perubahan perilaku dan mendorong tercapainya akses sanitasi aman di Bandar Lampung.
“Sanitasi sangat identik dengan perubahan perilaku. Sanitasi dan air selalu berkaitan. Ketika sanitasi kita buruk maka otomatis air kita terdampak,” tegas Nyoman.
Menurut dia, hal itulah yang mendasari KPBU SPAM Bandar Lampung memasok air bersih dari Way Sekampung, Pringsewu.
“Itu menandakan bahwa sungai di Bandar Lampung, selain debitnya tidak cukup, kualitasnya juga tidak memenuhi (standar) untuk digunakan sebagai air bersih atau air minum,” kata dia.
Baca Juga : IPLT Bandar Lampung di TPA Bakung Mulai Beroperasi
Sebelumnya, SNV Indonesia dan Pemkot Bandar Lampung menggandeng tokoh-tokoh agama dan masyarakat dari Nahdlatul Ulama untuk menyosialisasikan perubahan perilaku buang air besar sembarangan terhadap penduduk Bandar Lampung yang tak punya toilet.






