Proyeksi Ekonomi Tanggamus 2025: Apakah “Tangan Dingin” Saleh Asnawi Benar-benar Mengubah Nasib Rakyat?

Proyeksi Ekonomi Tanggamus 2025: Apakah "Tangan Dingin" Saleh Asnawi Benar-Benar Mengubah Nasib Rakyat?
Infografis proyeksi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanggamus tahun 2025 yang melesat di bawah kepemimpinan Saleh Asnawi. Foto: Arsip Wiki/Kirka/I

Kirka – Perekonomian Kabupaten Tanggamus menunjukan tren pemulihan yang agresif sepanjang tahun 2025.

Setelah sempat terpuruk hingga minus 1,30 persen saat pandemi 2020, “Bumi Begawi Jejama” kini mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang meyakinkan di angka 4,52 persen.

Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menilai lonjakan itu bukan sekadar keberuntungan statistik, melainkan hasil dari intervensi kebijakan yang tepat di bawah kepemimpinan Saleh Asnawi.

Menurutnya, stabilitas ekonomi daerah ini mulai terlihat nyata dengan naiknya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita yang kini melampaui Rp32,5 juta.

“Jika melihat grafik lima tahun terakhir, Tanggamus seperti naik roller coaster. Namun, di tahun 2025 ini kita melihat pijakan yang kokoh.

“Pertumbuhannya bukan lagi soal bangkit dari pandemi, tapi seberapa cepat daerah ini berlari mengejar ketertinggalan,” ujar Mahendra dalam keterangannya, Sabtu, 14 Februari 2026.

Big Push

Mahendra menganalisis bahwa akselerasi ekonomi Tanggamus saat ini merupakan implementasi nyata dari teori Big Push (Dorongan Besar) yang dipopulerkan ekonom Paul Rosenstein-Rodan.

Ia menyebut, langkah Saleh Asnawi yang fokus pada perbaikan infrastruktur secara masif menjadi katalis utama.

“Bupati tampaknya paham betul filosofi Jalan Mulus, Ekonomi Bagus. Konektivitas yang diperbaiki langsung memangkas biaya logistik.

“Komoditas unggulan kita seperti kopi, lada, dan pisang kini lebih efisien untuk keluar pasar,” jelas Mahendra.

Ia menambahkan, belanja pemerintah di sektor infrastruktur ini menciptakan multiplier effect (efek berganda) yang luas.

Setiap rupiah anggaran yang dikucurkan untuk jalan dan jembatan, berputar kembali menjadi nilai ekonomi yang lebih besar di tingkat masyarakat.

Lonjakan Investasi

Selain infrastruktur, indikator kepercayaan pasar terlihat dari realisasi investasi yang menyentuh angka fantastis, yakni Rp1,93 triliun pada tahun 2025.

Mahendra menyoroti keberanian pemerintah daerah dalam melakukan reformasi birokrasi dan digitalisasi perizinan sebagai faktor penentu masuknya modal tersebut.

“Angka investasi hampir Rp2 triliun itu bukti adanya trust atau kepercayaan publik terhadap stabilitas politik dan kepemimpinan Saleh Asnawi.

“Beliau berani memangkas transaction cost lewat digitalisasi, sebuah langkah keluar dari zona nyaman birokrasi konvensional yang patut kita apresiasi,” tegasnya.

Dampak dari pergerakan ekonomi ini pun merembes ke sektor sosial.

Data menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tanggamus terdongkrak ke angka 71,36, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 10,10 persen.

Ekonomi Baru

Kendati demikian, Mahendra mengingatkan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja kolektif.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran perangkat daerah, sektor swasta, dan masyarakat yang mampu beradaptasi dengan perubahan cepat ini.

“Saleh Asnawi telah meletakkan fondasi yang sangat kuat di tahun pertamanya.

“Jika konsistensi ini terjaga, saya optimistis Tanggamus tidak hanya akan dikenal sebagai lumbung pangan, tapi bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru di pesisir selatan Lampung,” pungkas Mahendra.