Menu
Precision, Actual & Factual

Proyek Dinas PSDA Lampung Asal Jadi & Berpotensi KKN, Pematank Lapor Kejati Lampung

  • Bagikan
Pembangunan Embung/Bangunan Penampung Air Desa Tunggul Pawenang Kec. Adiluwih Kab. Pringsewu pasca kegiatan investigasi pada tanggal 12 Januari 2021. Foto Dok DPD Pematank

KIRKA.CODewan Pimpinan Daerah Pergerakan Masyarakat Analisis Kebijakan (DPD PEMATANK) Provinsi Lampung melaporkan hasil temuan dan kajian tim investigasi terkait kegiatan di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung Tahun 2020, pada Kejati Lampung tepatnya Rabu 4 Maret 2021.

Melalui surat elektronik Sabtu (03/04) Suadi Romli menjelaskan pada KIRKA.CO secara gamblang. “Berdasarkan hasil pengumpulan data dan bahan keterangan dari beberapa sumber informasi terhadap kegiatan di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (Dinas DPSDA) Provinsi Lampung tahun 2020 yang patut diduga adanya unsur Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) dan Gratifikasi. Ada beberapa kejanggalan yang berpotensi pada kerugian keuangan negara dan merugikan Masyarakat selaku pengguna hasil manfaat,” jelasnya.

Kondisi kegiatan pada awal pekerjaan Pembangunan Embung/Bangunan Penampung Air Desa Tunggul Pawenang Kec. Adiluwih Kab. Pringsewu sebagai pelaksana CV. DUTA MAKMUR dengan nilai kontrak sebesar Rp 474.093.322 Pematank investigasi pada tanggal 05 Desember Tahun 2020. Foto Dok Pematank

Romli kemudian merinci hasil temuan Pematank, bahwa adanya indikasi kuat dugaan potensi mengarah ke Praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme pada kegiatan Rehabilitasi Irigasi Desa di Pekon Banyuwangi Kec. Banyumas Kab. Pringsewu dengan HPS Sebesar Rp. Rp 629.846.952 sebagai pelaksana CV. AURORA ABADI dengan nilai kontrak sebesar Rp 548.534.000. Ditempat lain adalah Pembangunan Embung/Bangunan Penampung Air di Pekon Tunggul Pawenang Kec. Adiluwih Kab. Pringsewu dengan HPS Rp 499.159.322 sebagai pelaksana CV. DUTA MAKMUR dengan nilai kontrak sebesar Rp 474.093.322 yang di duga kuat adanya tindakan Korupsi,” jelasnya.

 

Hasil Investigas Pematank tanggal 12 Januari 2021 pada kegiatan Rehabilitasi Irigasi Desa, Pekon Banyuwangi Kec. Banyumas Kab. Pringsewu yang dikerjakan oleh CV. AURORA ABADI. Foto Dok Pematank

Dikonfirmasi lebih dalam Romli paparkan hasil temuan Pematank terkait kegiatan proyek di atas walaupun secara kasat mata pekerjaan tersebut telah dilaksanakan, namun perlu di lakukan Penyelidikan dan Penyidikan oleh aparat penegak hukum Kejati Lampung agar membentuk tim dan segera turun ke lokasi kegiatan agar pelaksanaan pekerjaanya bisa lebih baik kedepan. Sebab investigasi dalam pelaksanaan proses tender maupun fisik kegiatan proyek tersebut banyak kejanggalan yang di duga kuat menjurus ke tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Informasi dilapangan yang ditemukan Pematank menunjukan bahwa pihak-pihak tertentu terkesan memaksakan keuntungan yang sebesar – besarnya atau berlipat jika dibandingkan dengan nilai anggaran yang sangat fantastis yang ada jika diakumulasi dari kegiatan yang di sebar di beberapa titik, anggaran tersebut tidak rasional jika dibandingkan harga sesungguhnya, hal ini tampak diduga sengaja digelembungkan untuk mencari keuntungan semata, untuk itu semua oknum yang terlibat yang ikut terlibat dalam pengelolaan anggaran kegiatan tersebut harus bertanggung jawab sepenuhnya dalam permasalahan ini.

Pada kegiatan rehabilitasi Irigasi Desa pada Pekon Banyuwangi Kec. Banyumas Kab. Pringsewu – tahun 2020 Di duga kuat pihak Pelaksana kegiatan di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Lampung tidak melaksanakan sesuai dengan spesifikasi yang telah tertuang pada kontrak pekerjaan tersebut dan dengan sengaja membiarkan pekerjaan asal jadi, begitu juga dengan dugaan pengurangan volume matrial seperti penggunaan semen yang seharusnya adukan takar 1 Semen : 4 Pasir namun di lapangan menggunakan ukuran takar 1 Semen : 7 Pasir Bahkan lebih, begitu juga dengan galian pondasi pada bangunan seharusnya sebelum di pasang batu harus di tabur pasir namun di lokasi tidak menggunakan pasir. Soal ketebalan seharusnya bagian bawah harus lebih tebal dari atas namun di lokasi kegiatan seluruhnya rata, bahkan di duga kuat jenis pasir yang di gunakan adalah pasir lokal yang belum melalui uji LAB.

Kondisi awal Kegiatan Rehabilitasi Irigasi Desa, Pekon Banyuwangi Kec. Banyumas Kab. Pringsewu yang dikerjakan oleh CV. AURORA ABADI pada Desember 2020. Foto Dok Pematank

Pada pembangunan embung/bangunan Penampung Air Desa Tunggul Pawenang Kec. Adiluwih Kab. Pringsewu terindikasi penyimpangan kegiatan dari dugaan kurangnya pemadatan pada tanah galian, yang berakibat banyaknya tanah dinding embung yang tergerus air hujan yang membentuk siring. Hal ini akan berakibat cepatnya terjadi kerusakan pada embung tersebut serta di duga terdapat pengurangan Volume kedalaman galian dan pengurangan pasangan batu dan bahan matrial seperti adukan pasir dan semen hal ini sangat jelas terjdinya ketidak maksimalan dalam pengerjaan.

Romli menduga semua ini terjadi akibat lemahnya pengawasan dari pihak Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Lampung, sedangkan anggaran pengawasan telah di anggarkan. Yang lebih eronisnya lagi pihak panitia pengadaan tanpa melihat dan memperhatikan hasil pekerjaan akan tetapi langsung di PHO (Provisional Hand Over), hal ini terlihat sangat jelas dugaan terjadinya kesengajaan pembiaran dan seolah tutup mata terkait hasil kerjaan yang kurang masimal tersebut.

Eka Putra

Catatan : Sesuai Pedoman Media Siber, KIRKA.CO akan melakukan revisi terbatas setelah mendapatkan konfirmasi dari Kejati Lampung dan Dinas PSDA Lampung.

  • Bagikan