Menu
Precision, Actual & Factual

PERDA Sebatas ‘Pepesan Kosong’, Lampung Tempati Posisi Ke 2 Kematian Tertinggi Covid-19 Di Indonesia

  • Bagikan
Ilustrasi Virus Covid 19. Foto Covid19.go.id

KIRKA.CO – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dinilai tidak ‘peka’ dalam menangani krisis Covid-19 di Bumi Ruwa Jurai. Karena berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan Indonesia tertanggal 17 April 2021, Lampung menduduki peringkat ke dua dengan jumlah tingkat kematian tertinggi mencapai 5,2 persen.

“Saya melihat Pemda dalam hal ini pemimpin, Gubernur tidak tanggap dan konsisten dalam melaksanakan kebijakan penanganan Covid-19 secara serius dan signifikan,” kata Akademisi Hukum Unila, Yusdianto, Minggu (18/04).

Faktor lainnya, kata dia, tidak adanya komunikasi yang serius serta buruknya tata kelola penanganan Covid -19.

Grafis dilansir beritasatu.com. Sumber Kemenkes RI

“Termaksud dalam mengukur data dan informasi terkait berapa orang yang terpapar dan berhasil ditangani oleh Pemda. Apalagi sekarang informasi terkait penanganan covid baik angka kematian, berapa orang yang sembuh, terpapar dan sedang dirawat cenderung berhenti,” ungkap dia.

Selanjutnya, kata Yusdianto, kurangannya pemantauan, pengawasan dan evaluasi terkait kebijakan. “Lebih konkretnya, Perda yang dibuat untuk penanggulangan covid-19 hanya sebatas ‘pepesan kosong’ atau kertas kosong yang pada akhirnya penanganan Covid-19 menjadi carut marut,” ucapnya.

Kemudian, Pemerintah Provinsi Lampung tidak menempatkan hak kesehatan penderita Covid-19 menjadi hak paling tinggi sehingga angka kematian menjadi tertahan atau dapat ditanggulangi.

“Dengan angka kematian tinggi menunjukan ketiadaan keteladanan dan motivasi dari Pemimpin,” sindir Yusdianto.

 

Arif Wiryatama

Sumber :
https://www.beritasatu.com/berita-grafik/761751/data-10-provinsi-dengan-tingkat-kematian-tertinggi-covid19-pada-17-april-2021

  • Bagikan