Nilai Ekspor Lampung Turun 35,94 Persen pada April 2022

Nilai Ekspor Lampung Turun
Kegiatan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. Foto: Josua Napitupulu

KIRKA – Nilai ekspor Lampung turun 35,94 persen pada April 2022 sementara Nilai Impor Lampung mengalami peningkatan hingga 49,78 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Endang Retno Sri Subiyandani, dalam keterangannya pada Kamis, 2 Juni 2022, menyebutkan Nilai Ekspor Lampung pada April 2022 mencapai US$374,80 juta.

Baca Juga : Nilai Tukar Petani Lampung Mengalami Tren Penurunan

“Nilai Ekspor Lampung mengalami penurunan sebesar US$210,24 juta atau turun 35,94 persen dibandingkan Maret 2022 yang mencapai US$585,04 juta,” ujar Endang.

Sementara Nilai Impor Lampung pada April 2022 justru mengalami peningkatan sebesar US$86,21 juta atau naik 49,78 persen dibandingkan Maret 2022 yang tercatat US$173,17 juta.

“Nilai impor pada April 2022 mencapai US$259,38 juta,” kata Endang.

Dia menyampaikan barang utama ekspor Lampung pada April 2022 adalah batu bara; lemak dan minyak hewan/nabati; olahan dari buah-buahan/sayuran; kopi, teh, rempah-rempah; ampas/sisa industri makanan; berbagai produk kimia; ikan dan udang; daging dan ikan olahan; karet dan barang dari karet; serta pulp atau bubur kayu.

“Negara utama tujuan ekspor adalah AS, India, Italia, Korea Selatan, Jepang, Belanda, Selandia Baru, Tiongkok, Pakistan, dan Brazil,” tutur Endang.

Dalam sebulan terakhir, lanjut dia, penurunan Nilai Ekspor Lampung terjadi pada sektor industri pengolahan sebesar 39,67 persen; pertambangan dan lainnya turun 27,58 persen; dan pertanian turun sebesar 30,06 persen.

Sementara Nilai Impor Lampung yang mengalami peningkatan sebesar US$86,21 juta dipasok oleh berbagai negara seperti Nigeria, India, AS, Thailand, Australia, Brazil, Tiongkok, Malaysia, Paraguay, dan Jepang.

“Nilai impor pada April 2022 dibandingkan Maret 2022 untuk barang konsumsi naik sebesar 56,69 persen; bahan baku penolong naik 52,65 persen; sementara barang modal turun sebesar 16,72 persen,” jelas Endang.

Dari sepuluh golongan barang impor utama pada April 2022, lanjut dia dalam keterangannya, delapan golongan barang mengalami peningkatan.

Gula dan kembang gula naik 11,53 persen; biji-bijian berminyak naik 23,48 persen; ampas/sisa industri makanan naik 22,2 persen; binatang hidup naik 32,98 persen; besi dan baja naik 357,06 persen.

Kemudian ikan dan udang naik 12,26 persen; bahan kimia organik naik 71,26 persen; plastik dan barang plastik naik 98,13 persen.

“Sedangkan golongan barang impor yang mengalami penurunan adalah pupuk sebesar 53,49 persen dan mesin-mesin atau pesawat mekanik 8,33 persen,” kata dia.

Baca Juga : Dipimpin Arinal-Nunik, Ekonomi Lampung Terendah

Endang menyampaikan meski Nilai Ekspor Lampung turun 35,94 persen pada April 2022 dibandingkan bulan sebelumnya, namun angka tersebut meningkat jika dibandingkan pada periode April 2021.

Dimana Nilai Ekspor Lampung pada April 2021 tercatat US$302,77 juta mengalami peningkatan sebesar US$72,03 atau naik 23,79 persen.