Mengeruk Rupiah dari Cocok Tanam Selada Air

Kirka.co
Lokasi tanaman Selada Air di Mutaralam Way Tenong Lampung Barat. Foto DSM

KIRKA – Seorang Petani asal Mutaralam Way Temong Lampung Barat menuturkan selain kopi, dia beserta keluarga mendapat tambahan penghasilan dari tanaman Selada Air yang diperoleh seminggu sekali.

“Menjadi petani Selada Air tidak begitu repot dan tak sama seperti petani sayur lain nya. Cara menanam selada air itu berbeda. Kita tak perlu repot mengolah tanah, melakukan penyemprotan dan lain sebagai nya. Dan untuk bibit, cukup dengan sekali tanam saja, bisa menikmati hasil panen terus menerus,” ujar Iyah saat ditemui KIRKA.CO.

“Saya mengunakan kolam-kolam ikan yang kosong untuk menanam. Hasil lumayan, kecuali ada hama. Sejenis Kiambang namanya kalau disini. Jadi pertumbuhan dan panen bisa lama. Normal nya panen 1 Minggu sekali,” ungkap Iyah.

Sekali panen bisa mencapai 300 kebat. Dengan harga per lebat nya 2000 rupiah. Ya lumayan untuk bertahan hidup.

“Untuk tambahan hidup, selain kopi, kami juga beternak ikan nila. Kadang-kadang juga Mencari daun pakis. Nama nya petani ya pak,” jelasnya

Selada air adalah tumbuhan menahun yang cepat tumbuh, bersifat akuatik atau semi-akuatik, asli Eropa dan Asia. Tumbuhan ini adalah salah satu dari sayuran daun tertua yang dikonsumsi manusia. Selada air merupakan tanaman yang sangat kaya akan sulfur, nitrogen dan yodium.