LDC Pasok Biodiesel untuk Pertamina, ExxonMobil, & Shell

LDC Pasok Biodiesel untuk Pertamina, ExxonMobil, & Shell
Head Of Industry South Asia and South East Asia LDC (Louis Dreyfus Company), Fery Darmawan, dalam acara buka puasa bersama warga Kampung Jambu, Way Lunik, Panjang, di Graha Wangsa Bandar Lampung, Rabu (12/4/2023) malam. Foto: Josua Napitupulu

KIRKA – LDC pasok biodiesel untuk Pertamina, ExxonMobil, & Shell di tahun 2023 sebagai komitmen untuk mendukung program pemerintah menggunakan EBT (Energi Baru Terbarukan).

Head Of Industry South and South East Asia LDC (Louis Dreyfus Company), Fery Darmawan, menegaskan komitmen LDC untuk memproduksi biodiesel B35 pada tahun ini.

“Kami tetap berkomitmen mendukung tiap program pemerintah dari awal kami mulai produksi biodiesel. Dari B20, B30, dan sekarang B35, maupun nantinya B40 yang masih dalam kajian,” ujar Fery Darmawan di Kota Bandar Lampung, Rabu (12/4/2023) malam.

Baca Juga: Daftar & Alamat Perusahaan Perkebunan se-Lampung

Pemerintah mendorong produksi biodiesel dalam negeri untuk segera meninggalkan ketergantungan terhadap energi fosil dengan menggunakan EBT.

Hal ini sejalan dengan tujuan LDC yaitu menciptakan nilai yang adil dan berkelanjutan, demi kepentingan generasi saat ini dan di masa depan.

Fery Darmawan mengatakan pabrik LDC di Way Lunik, Panjang, Kota Bandar Lampung, dari tahun ke tahun, sejak memproduksi biodiesel B20 dan B30, selalu mampu memenuhi mandat yang diberikan oleh pemerintah.

“Mulai dari volume yang dialokasikan sampai kepada kualitas dan ketepatan pengiriman. Memang akan ada beberapa pengaturan ulang di pabrik dari sisi proses parameter, konsumsi chemical. Tapi, sampai saat ini pabrik kami bisa memenuhi pasokan biodiesel B35,” kata Fery.

Total pasokan biodiesel dari LDC di Indonesia untuk Pertamina, ExxonMobil, & Shell, sebanyak 391.588 kl (kiloliter).

PT LDC pasok biodiesel untuk Pertamina, ExxonMobil, & Shell di tahun 2023 sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo melalui Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral).

Presiden Jokowi telah menginstruksikan penerapan program pencampuran biodiesel pada BBM (Bahan Bakar Minyak) Solar sebesar 35% (B35) pada 2023 dalam Rapat Kabinet Paripurna, 6 Desember 2022 lalu.

Baca Juga: Limbah Agroindustri Sumber Energi Terbarukan

Sebagai respons atas instruksi Presiden tersebut, Kementerian ESDM telah menetapkan alokasi biodiesel dan badan usaha pemasok biodiesel untuk 2023.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 205.K/EK.05/DJE/2022 tertanggal 15 Desember 2022 tentang Penetapan Badan Usaha Bahan Bakar Minyak dan Badan Usaha Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel serta Alokasi Besaran Volume untuk Pencampuran Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar Periode Januari – Desember 2023.

Kementerian ESDM menetapkan alokasi biodiesel untuk B35 pada 2023 mencapai 13.148.594 kilo liter (kl).

Jumlah ini naik dari alokasi 2022 sebesar 11.025.604 kl. Pada 2022 pemerintah masih memberlakukan program B30.

Dari total alokasi biodiesel B35 untuk 2023, LDC di Indonesia memasok biodiesel untuk PT Pertamina Patra Niaga sebesar 236.548 kl, PT Exxonmobil Lubricants Indonesia 105.780 kl, dan PT Shell Indonesia sebanyak 49.260 kl.

LDC di Indonesia sebagai eksportir yang tidak punya bahan baku CPO atau eksportir tanpa kebun sawit, masih menjalankan kebijakan DMO-DPO minyak goreng.

Fery Darmawan menyampaikan kebijakan tersebut masih dilaksanakan tanpa mengurangi kapasitas produksi biodiesel B35.

“Kami tetap menjalankan DMO, ada dua model, satu alokasi dan kedua kebutuhan untuk mendapatkan kredit ekspor. Dan sejauh ini tidak ada gangguan signifikan,” tutup dia.