Sosok  

Lampung Democracy Studies Eksistensi Fatikhatul Khoiriyah di Kepemiluan

Lampung Democracy Studies Eksistensi Fatikhatul Khoiriyah di Kepemiluan
Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah menerima ucapan salam perpisahan dari sejumlah organisasi masyarakat sipil di Hotel Golden Tulip, Bandar Lampung, Senin (19/9). Foto: Josua Napitupulu

KIRKA – Lampung Democracy Studies eksistensi Fatikhatul Khoiriyah di kepemiluan setelah tidak lagi menjabat sebagai Ketua Bawaslu Lampung.

Setelah sepuluh tahun berkiprah sebagai pengawas pemilu, Fatikhatul Khoiriyah akan mengakhiri masa jabatannya pada Selasa, 20 September 2022.

“Sebagai bentuk pengabdian di tengah-tengah masyarakat, saya akan melaunching lembaga Lampung Democracy Studies,” kata dia kepada kirka.co saat ditemui di Golden Tulip Bandar Lampung, Senin, 19 September 2022.

Baca Juga: Konstitusi Tidak Menghalangi Jokowi Maju di Pilpres 2024

Lembaga yang didirikan bersama rekan-rekannya ini akan menjadi ruang diskusi untuk berbagi gagasan, serta memberikan sumbangsih pemikiran bagi penyelenggara pemilu dan pengambil kebijakan.

“Kita akan konsen pada aspek pendidikan dan penelitian untuk membangun literasi di kancah demokrasi,” ujar dia.

Fatikhatul Khoiriyah berharap Lampung Democracy Studies bisa menjembatani penyelenggara pemilu dan masyarakat.

“KPU dan Bawaslu memiliki keterbatasan dalam melakukan sosialisasi pemilu terhadap masyarakat. Misalnya dari sisi anggaran pelaksanaan yang sangat birokratis,” kata dia.

Sehingga sosialisasi pengawasan dan partisipasi masyarakat dalam pemilu perlu lebih masif lagi, khususnya lewat platform digital.

Melalui Lampung Democracy Studies, Fatikhatul Khoiriyah berniat untuk terus berkiprah dan konsen mengawal isu-isu kepemiluan dalam penguatan demokrasi.

“Saya sudah 10 tahun di Bawaslu Lampung. Tadi saya sampaikan kepada teman-teman Bawaslu Kabupaten/Kota, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil,”Sampai bertemu di titik terbaik menurut takdir,” kata dia.

Pesan itu, lanjut dia, sebagai evaluasi terhadap dirinya selama satu dasawarsa mengawal proses demokrasi dalam koridor pengawasan pemilu.

“Saya kan tidak tahu nantinya akan sampai dimana titik terbaik saya. Tapi saya tidak akan keluar dari konteks penguatan demokrasi dan pendidikan politik,” ujar dia.

Baca Juga: Bawaslu Lampung dan 22 Lembaga Teken MoU Pengawasan Partisipatif