Sosok  

Lampung Democracy Studies Eksistensi Fatikhatul Khoiriyah di Kepemiluan

Lampung Democracy Studies Eksistensi Fatikhatul Khoiriyah di Kepemiluan
Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah menerima ucapan salam perpisahan dari sejumlah organisasi masyarakat sipil di Hotel Golden Tulip, Bandar Lampung, Senin (19/9). Foto: Josua Napitupulu

Masyarakat Lampung, lanjut dia, masih perlu diberikan pemahaman untuk memiliki kesadaran hukum dan kepedulian bahwa pemilu adalah hajatan bersama.

“Ini sumbangsih bagi Lampung untuk demokrasi yang lebih baik. Menghadirkan pemilu tanpa politik uang dan politik identitas yang memecah belah bangsa,” kata dia.

Lembaga pendidikan dan penelitian Lampung Democracy Studies eksistensi Fatikhatul Khoiriyah di kepemiluan.

Organisatoris berbagai perkumpulan ini menjabat Ketua Bawaslu Lampung selama dua periode, 2012–2017 dan 2017–2022.

Fatikhatul Khoiriyah tercatat sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut di Bawaslu Lampung dan satu-satunya Srikandi dalam 10 tahun terakhir sejak Bawaslu Lampung terbentuk.

“Saya mengapresiasi masyarakat Lampung, partai politik, dan teman-teman di periode terdahulu,” ujar dia.

Baca Juga: Fatikhatul Khoiriyah Dorong Keterwakilan Perempuan di Bawaslu Lampung 

“Dan kepada teman-teman yang terpilih sebagai anggota Bawaslu Lampung 2022-2027, semoga bisa menjadikan Bawaslu semakin lebih baik lagi dan dipercaya oleh masyarakat,” lanjut Fatikhatul Khoiriyah.

Baca Juga: Tiga Calon Anggota Bawaslu Lampung 2022-2027 Lolos Fit and Proper Test 

Selama kepemimpinannya, dia mengaku Bawaslu Lampung masih memiliki pekerjaan rumah yang harus dibenahi, utamanya dalam penguatan sumber daya manusia jajaran pengawas pemilu.

“Kepada teman-teman di 15 Bawaslu Kabupaten/Kota saya berpesan agar memerhatikan keterwakilan perempuan dalam proses rekrutmen Panwaslu Kecamatan,” pungkas dia.

Baca Juga: Rekrutmen Panwaslu Kecamatan Memperhatikan Keterwakilan Perempuan