Menu
Precision, Actual & Factual

KPK Dicap Tebang Pilih Periksa Sipir Lapas Kotabumi

  • Bagikan
Kirka.co
KPK dicap tebang pilih dalam menangani penyidikan perkara di Lampung Utara. Foto: Istimewa

KIRKA – KPK dicap telah melakukan tebang pilih dalam menindaklanjuti penyidikan perkara yang sedang ditangani di Lampung Utara.

Kritik itu dikemukakan aktivis antikorupsi di Lampung, Suadi Romli, usai KPK melakukan pemeriksaan kepada saksi dari unsur sipir Lapas Kotabumi yang bernama Andrio Sangun.

Semestinya, ujar dia, KPK sebagai lembaga penegak hukum menerapkan salah satu prinsip atau asas penting dari suatu negara hukum yakni asas persamaan di hadapan hukum.

Baca Juga : Alasan KPK Periksa Sipir Lapas Kotabumi Terungkap

”Kita melihat ada ketidakberesan yang sedang dipertontonkan KPK, kita menduga KPK sudah tebang pilih. Sipir itu kan diperiksa karena ada kesaksian saksi di persidangan yang menyebutkan nama sipir itu, dan diduga juga terlibat dalam persoalan aliran fee proyek. Padahal kesaksian yang ditujukan ke sipir itu sangat minim sekali diulas di ruang sidang,” ucapnya pada 17 September 2021.

Baca Juga : KPK Belum Periksa Frenki Harditama di Perkara Agung

”Justru oknum BPK yang diduga terima aliran uang miliaran rupiah, dan sudah diulas dengan detail di ruang sidang, tidak diperiksa KPK. Kemudian ada pula oknum kejaksaan yang namanya juga disebut dan diduga terima aliran uang juga, tidak diperiksa. Tidak adil bagi pegawai Kumham itu kalau kemudian dia dipanggil, diperiksa KPK dan diumumkan pula lagi. Mestinya ada perlakuan serupa,” timpalnya.

Diketahui, Andrio Sangun diperiksa penyidik KPK pada 25 Agustus 2021 dalam proses penyidikan dugaan perbuatan korupsi yang penyidikannya berangkat dari pengembangan perkara korupsi eks Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara.

Baca Juga : PK Agung Ilmu Mangkunegara Menyoal Pasal Kerugian Negara?

Berdasarkan dokumen surat putusan Agung Ilmu Mangkunegara, nama Andrio Sangun pernah disebut oleh saksi bernama Yulias Dwiantoro. Ia adalah Kabid Bina Marga Dinas PU-PR Lampung Utara periode 2016-2018. Yulias menyebut bahwa Andrio Sangun turut menerima ploting paket proyek dan proyek tersebut disebut dikerjakan dengan menggunakan perusahaan pinjaman.

Sepanjang proses persidangan perkara Agung Ilmu Mangkunegara ini digelar di PN Tipikor Tanjungkarang, sejumlah pihak dari berbagai institusi disebut-sebut turut terlibat. Dugaan keterlibatan yang mengemuka erat kaitannya dengan dugaan penerimaan uang yang bersumber dari pengumpulan fee proyek.

Baca Juga : Ditanya Anjungan, Bupati dan Pejabat Way Kanan Bungkam

Dugaan penerimaan uang oleh oknum BPK Perwakilan Lampung bernama Frenki Harditama misalnya. Ia disebut di ruang sidang karena diduga turut menerima uang senilai Rp 1,5 miliar. Hal ini diutarakan oleh Syahbudin dan beberapa saksi dari unsur Dinas Kesehatan, hingga Dinas PU-PR.

Baca Juga : Beda Tafsir Teknis Sidang Pemeriksaan Purwati Lee Dkk

Selain dia, terdapat pula dugaan keterlibatan oknum kejaksaan yakni Yusna Adia. Ia disebut turut menerima aliran uang senilai Rp 1,5 miliar oleh saksi Fria Apris Pratama -saksi dari unsur Dinas PU-PR.

”Saya berikan di belakang rumah makan Begadang Resto. Yang saya temui itu adalah kakaknya ibu kajari. Dia datang atas petunjuk bu Yusna. Perempuan, katanya kakaknya bu Yusna. Saya tidak tahu namanya,” ujar Fria pada 13 Januari 2021.

Baca Juga : Musa Zainudin Bongkar Peran Chusnunia Chalim

Yusna yang merupakan mantan Kajari Lampung Utara itu sempat menyampaikan bantahan terkait kesaksian Fria Apris Pratama.

“Terserah lah ya orang mau bicara apa, karena saya statement apapun kalian entah percaya atau enggak. Saya nggak mau banyak bicara, saya demi Allah demi Rasullulah enggak (nerima). Tapi monggo-lah orang bicara apa,” ujar dia saat menduduki jabatan sebagai Kajari Bandar Lampung pada Senin, 13 Januari 2020.

  • Bagikan