Menu
Precision, Actual & Factual

Jejak PT Agri Kemia Natura Di Benih Jagung

  • Bagikan
Ilustrasi Benih Jagung. Foto Istimewa

KIRKA – Kejaksaan telah memutuskan hasil penanganan kasus sangkaan korupsi pengadaan benih jagung senilai Rp140 miliar yang diperuntukkan kepada Lampung oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Keputusan itu dilontarkan Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Heffinur di kantornya, Kamis, 25 Maret 2021.

Baca Juga : Edi Yanto Jadi Tersangka Benih Jagung

Dalam keputusan tersebut, Jaksa sebagai Penyidik dari bidang pidana khusus telah menetapkan tiga orang Tersangka.

Heffinur menyebut, jenis penanganan kasus itu sudah masuk dalam kategori Penyidikan Khusus. Diketahui kasus ini sudah ditangani oleh Kejati Lampung pada akhir 2020.

Heffinur turut menjelaskan secara umum konstruksi kasus ini. Sangkaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) yang ditangani jajarannya tersebut lebih berkait dengan bantuan benih jagung dari Direktorat Jendral Tanaman Pangan Kementan RI Tahun Anggaran 2017, yang dialokasikan untuk Lampung. Tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tadi, di antaranya adalah EY; HR dan IM.

Baca Juga : Jadi Tersangka Benih Jagung Edi Yanto Letak Jabatan

KIRKA.CO mendapati informasi dari dua pejabat Kejati Lampung bahwa pada Februari 2021, Jaksa sebagai Penyidik telah memeriksa salah seorang rekanan penyedia benih jagung pada saat peristiwa pengadaan dari Kementan RI tersebut berlangsung.

Rekanan yang diperiksa tersebut berinisial IM, singkatan untuk nama Ilham Mendrofa. Nama tersebut disebut diperiksa sebagai Saksi.

KIRKA.CO mengonfirmasi ihwal informasi pemeriksaan tersebut kepada Ilham Mendrofa. Ia sepenuhnya membenarkan informasi yang disampaikan KIRKA.CO pada Kamis malam, 25 Maret 2021.

Ilham bahkan memperjelas bahwa ia adalah seorang dengan jabatan sebagai Direktur pada PT Agri Kemia Natura.

“Benar Saya diperiksa sebagai Saksi. Selaku Direktur perusahaan Agri Kemia Natura. PT Agri Kemia Natura adalah distributor benih pioneer dan pelaksana kegiatan distribusi benih 2017 di Dinas Pertanian Lampung,” sebut Ilham.

Baca Juga : Tersangka Benih Jagung Enggan Dikonfirmasi Wartawan

Kembali kepada penetapan 3 orang Tersangka tadi. Berdasarkan informasi yang masuk ke Redaksi KIRKA.CO, inisial EY tersebut mengacu kepada Edi Yanto, yang sedianya telah menjalani pemeriksaan pada 20 Oktober 2020. Edi Yanto diperiksa dalam kapasitasnya sebagai orang nomor satu di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTH) Lampung pada tahun 2017.

Baca Juga : Arinal: Kontraktor Benih Jagung Harus Tanggungjawab

Inisial HR kemudian mengacu kepada Herlin Retnowati, perempuan yang diketahui sudah diperiksa atas kapasitasnya sebagai Kabid Tanaman Pangan DTPH Lampung. Insial IM setelahnya disebut-sebut sebagai singkatan dari Imama, seorang kontraktor.

  • Bagikan