Menu
Precision, Actual & Factual

Jaksa Akui Kesulitan Tangani Dugaan Korupsi Inspektorat Lampung Selatan, MAKI: Supervisi KPK

  • Bagikan
Kirka.co
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman. Foto Istimewa

KIRKA – Kejaksaan Tinggi Lampung melontarkan pernyataan bahwa penyidik mendapati kesulitan dalam menangani perkara dugaan korupsi yang diduga terjadi di tubuh Inspektorat Lampung Selatan.

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia yang memantau hal ini memberikan saran. Koordinator MAKI Boyamin Saiman berharap Kejaksaan Tinggi Lampung harus benar-benar serius dan jujur kalau memang ada kesulitan.

“Kalau (kondisinya) begitu, bisa minta supervisi KPK. Jika ingin serius,” ucap Boyamin saat dihubungi KIRKA.CO lewat nomor ponselnya, Minggu, 18 Juli 2021.

Sejak akhir 2020 lalu, Kejaksaan Tinggi Lampung memang bergerak melakukan penggeledahan ke Kantor Inspektorat Lampung Selatan.

Dilakukan-lah serangkaian kegiatan yang dimaksudkan kemudian untuk menyita sejumlah dokumen berikut dengan alat komunikasi. Segala hal yang ada di dalam alat komunikasi yang disita tadi, ‘disedot’.

Beberapa hari setelah pelaksanaan kegiatan penyidikan itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Heffinur berkunjung ke Kejaksaan Negeri Lampung Selatan.

Ia menemui Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan yang saat ini sudah pindah tugas. Ia adalah Hutamrin. Di sana keduanya bertemu.

Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Lampung Andrie W Setiawan berkata bahwa kunjungan pimpinannya itu hanya -lah kegiatan yang standar. Ia memberi isyarat ke publik, bahwa kunjungan pimpinannya itu tak memiliki kegentingan khusus.

Di kunjungan tersebut, Heffinur tercatat memberikan keterangan kepada media terkait persoalan penggeledahan di Kantor Inspektorat Lampung Selatan.

Dia menegaskan bahwa segala proses penegakan hukum yang dilakukan anak buahnya dibawah kepemimpinan Nur Mulat sebagai Asisten Pidana Khusus, tetap berjalan sampai tuntas.

Sejurus kemudian, banyak saksi yang diperiksa oleh penyidik di Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung. Ada saksi yang berlatarbelakang kepala desa dan puskesmas.

Selama kasus ini ditangani, markas Kejaksaan Tinggi Lampung disambangi Komisi III DPR RI. Saat itu DPR RI sedang kunjungan kerja pada Februari 2021.

Saat kunjungan kerja itu berjalan, Kejaksaan Tinggi Lampung memberikan informasi tentang apa saja penanganan perkara korupsi yang sedang menjadi perhatian publik.

Satu di antara tiga perkara korupsi yang dijabarkan Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Heffinur adalah perkara Inspektorat Lampung Selatan ini.

Komisi III DPR RI mencatat paparan dari Heffinur itu dan dituangkan dalam dokumen terkait hasil kunjungan kerja tadi.

Di dalam dokumen yang kemudian berhasil didapat KIRKA.CO itu, tercatat keterangan tambahan tentang perkara Inspektorat Lampung Selatan tadi.

Dugaan perbuatan korupsi yang sedang diselidiki Kejaksaan Tinggi Lampung itu nyatanya telah mencantumkan jabatan sebagai subjek yang diduga melakukan korupsi.

“Dugaan pemerasan/penerimaan hadiah oleh Plt Inspektur Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020,” bunyi keterangan di dalam dokumen itu.

  • Bagikan