Menu
Precision, Actual & Factual

Inisial Kanjeng Ratu Dalam Mahar Politik PKB

  • Bagikan
Chusnunia Chalim Mantan Bupati Lampung Timur, saat menjadi Saksi atas Terdakwa Mustafa Mantan Bupati Lampung Tengah di PN Tanjungkarang. Foto Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Dalam keterangannya sebagai saksi, Saefudin yang adalah supir dari eks Pengurus DPW PKB Lampung Midi Iswanto menyebut, bahwa ia pernah diminta untuk mengantarkan uang senilai Rp 1 miliar ke Jakarta.

Saefudin diperiksa sebagai saksi di persidangan perkara suap dan gratifikasi terhadap eks Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa pada Kamis, 22 April 2021 di PN Tipikor Tanjungkarang.

Dari penjelasan yang ia terima dari Midi Iswanto, uang tersebut dimaksudkan untuk seseorang berinisial Kanjeng Ratu. Belakangan inisial Kanjeng Ratu itu adalah eks Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Lampung periode 2019-2024.

Untuk diketahui, uang Rp 1 miliar ini sebelumnya telah dijelaskan oleh Midi Iswanto ketika Midi diperiksa sebagai saksi pada Kamis, 4 Maret 2021.

Menurut Midi, uang Rp 1 miliar tersebut adalah bagian dari uang mahar politik Rp 18 miliar dari Mustafa ke PKB pasca Mustafa dan Chusnunia Chalim membuat kesepakatan dan komitmen ihwal dukungan PKB ke Mustafa dalam kontestasi Pilgub Lampung 2018.

Dalam perjalanannya, uang Rp 1 miliar tersebut ia catat diberikan kepada Chusnunia Chalim.

Peruntukan uang Rp 1 miliar tersebut diminta Chusnunia agar diberikan kepada eks DPRD Lampung Timur yang kini menjadi DPR RI Komisi IX Siti Ela Nurmayah.

Berdasar pada keterangan Midi, ia kemudian berkomunikasi dengan Ela yang kini menjadi Wakil Ketua DPW PKB Lampung.

Dari penjelasan Ela, uang Rp 1 miliar agar dikirim ke Jakarta, dan begitu dikirim, Ela akan mengutus seseorang untuk menjemput uang tersebut.

Karena Ela menggunakan mekanisme perantara, maka kemudian Midi mengutus orang yang dia percaya mengantar uang tersebut.

Pasca dikirim ke Jakarta, Midi mengaku telah berkomunikasi kepada Ela dan Chusnunia, dan keduanya telah mengafirmasi bahwa uang tadi telah sampai ke tujuan yang diminta.

Keterangan Midi ini dikuatkan kemudian dengan adanya penyitaan terhadap buku catatan bersampul pink milik Midi oleh KPK. Buku ini kemudian sempat dipamerkan di ruang sidang.

Keterangan-keterangan Midi ini disangkal oleh Chusnunia Chalim. Midi dituding telah berkata yang tidak benar.

Kendati menuding Midi Iswanto berkata tidak benar, Chusnunia hanya diam dan melengos saat KIRKA.CO menanyakan kesediannya kapan kira-kira Midi Iswanto dilaporkan ke Polri.

Pertanyaan dari KIRKA.CO kepada Chusnunia itu berangkat atas keterangan Midi Iswanto yang menyatakan kesediaannya bila kemudian Chusnunia melaporkannya ke polisi.

Berikut keterangan Saefudin kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiq Ibnugroho berdasarkan rekaman visual yang dilakukan KIRKA.CO di ruang sidang atas persetujuan majelis hakim.

Taufiq: Pernah tidak saudara ditugasi oleh saudara Midi Iswanto?

Saefudin: Pernah. Disuruh nganter uang ke Jakarta. Saya sebelum berangkat dikasih HP, di situ sudah ada nomor, yang mana nomor itu yang akan memandu saya. Waktu itu setelah dikomunikasikan, saya disuruh nunggu di Terminal Gambir, di Jakarta.

Setelah saya nunggu di sana, dijemput, langsung kami jalan naik taksi dan di dalam taksi itu, orang tersebut menanyakan ke saya dengan menggunakan ketikan SMS. Menanyakan, “Nominal uang yang dibawa berapa?” Terus, HP-ny dikasih ke saya, bilangnya, “Balasnya di situ aja”. Habis itu saya balas dengan 2 huruf, ”1 M”. Habis itu dia bilang, “benar ya?” Iya Pak.

Taufiq: Terus gimana lagi?

(Menggenggam microphone paling belakang) Saefudin yang mengaku mengantarkan uang Rp 1 miliar ke Jakarta untuk Kanjeng Ratu. Dalam kesaksiannya, ia mampu menjelaskan soal inisial atau sebutan lain dari Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, yakni Kanjeng Ratu. Foto Ricardo Hutabarat

Saefudin: Habis itu, begitu sudah nyampe rumah yang dituju, orang itu langsung turun. Terus, saya nggak turun dari kendaraan. Langsung puter arah untuk menuju pulang.

Taufiq: Cuma ngomongin itu doang?

Saefudin: Cuman ngomongin itu doang. Dalam perjalanan, dia cuma nanya, ”berangkat jam berapa?”

Taufiq: Ada tidak saudara saksi dikasih atau dititipi sesuatu?

Saefudin: Saya dikasih duit Rp350 untuk bayar taksi.

Taufiq: Dari mana saudara tahu angka Rp 1 M itu?

Saefudin: Bilangnya Pak Midi, “Duit itu Rp 1 M”. Tapi saya nggak tahu, nggak ngitung.

Taufiq: Uangnya dimana?

Saefudin: Duitnya di dalam tas. Saya dikasih tas isinya uang Rp 1 M. Tas tadi saya serahkan ke orang itu. Terus dia bilang, ”Nggak istirahat dulu?”. “Nggak saya mau langsung pulang”, udah gitu aja.

Taufiq: Saudara tahu tidak, orang tadi itu siapa?

Saefudin: Saya nggak tahu orang itu siapa. Cuman sebelum saya berangkat. Itu kan dikasih HP, yang di situ sudah ada nomornya. Nomor yang harus saya komunikasikan. Nggak tahu saya siapa orang yang saya temui itu.

Taufiq: Yang saudara tahu, uang itu untuk siapa?

Saefudin: Uang Rp 1 M itu, kalau bahasanya, “Itu untuk Kanjeng Ratu”. Cuma kan, saya nggak mudeng Kanjeng Ratu itu siapa.

Taufiq: Dari mana saudara tahu Kanjeng Ratu itu?

Saefudin: Pak Midi yang bilang Kanjeng Ratu.

Taufiq: Siapa itu Kanjeng Ratu?

Saefudin: Awalnya saya nggak tahu. Bahasanya kan gini, cerita awalnya. Jadi, ”Barang ini harus nyampe karena ini punya Kanjeng Ratu’‘. Makanya kan saya, memang bagaimana caranya barang ini harus benar-benar nyampe.

Sesuai dengan perintah untuk berkomunikasi dengan nomor handphone yang dikasih ke saya. Setelah itu, begitu saya komunikasi, dikasih panduan agar supaya saya nunggu di Terminal Gambir, cari tempat yang terang. Setelah itu, saya nunggu di pas di depan loket kalau nggak salah.

Depan loket tempat yang terang, nunggu orang itu datang, setelah datang langsung diajak jalan naik taksi karena taksinya nunggu di luar. (Taksinya) Nggak masuk.

Taufiq: Lalu siapa itu Kanjeng Ratu? Yang saudara tahu…

Saefudin: Di awal saya nggak tahu, tapi begitu dengar orang-orang ngomong, Kanjeng Ratu itu ternyata Bu Chusnunia.

Taufiq: Oh, jadi Kanjeng Ratu itu adalah Bu Chusnunia?

Saefudin: Iya, Kanjeng Ratu adalah Bu Chusnunia.

Taufiq: Tahu darimana saudara kalau Kanjeng Ratu itu adalah Chusnunia?

Saefudin: Tahunya pas sudah saya ikut Pak Midi, nyupirin gitu. Terus dengar ngbrolnya, karena saya posisi nggak begitu jauh dengan beliau, itu dengar kalimat seperti itu.

Taufiq: Yang saudara tahu, siapa itu dan apa jabatannya?

Saefudin: Bu Chusnunia jabatannya adalah Bupati Lampung Timur.

 

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan