Saefudin: Habis itu, begitu sudah nyampe rumah yang dituju, orang itu langsung turun. Terus, saya nggak turun dari kendaraan. Langsung puter arah untuk menuju pulang.
Taufiq: Cuma ngomongin itu doang?
Saefudin: Cuman ngomongin itu doang. Dalam perjalanan, dia cuma nanya, ”berangkat jam berapa?”
Taufiq: Ada tidak saudara saksi dikasih atau dititipi sesuatu?
Saefudin: Saya dikasih duit Rp350 untuk bayar taksi.
Taufiq: Dari mana saudara tahu angka Rp 1 M itu?
Saefudin: Bilangnya Pak Midi, “Duit itu Rp 1 M”. Tapi saya nggak tahu, nggak ngitung.
Taufiq: Uangnya dimana?
Saefudin: Duitnya di dalam tas. Saya dikasih tas isinya uang Rp 1 M. Tas tadi saya serahkan ke orang itu. Terus dia bilang, ”Nggak istirahat dulu?”. “Nggak saya mau langsung pulang”, udah gitu aja.
Taufiq: Saudara tahu tidak, orang tadi itu siapa?
Saefudin: Saya nggak tahu orang itu siapa. Cuman sebelum saya berangkat. Itu kan dikasih HP, yang di situ sudah ada nomornya. Nomor yang harus saya komunikasikan. Nggak tahu saya siapa orang yang saya temui itu.
Taufiq: Yang saudara tahu, uang itu untuk siapa?
Saefudin: Uang Rp 1 M itu, kalau bahasanya, “Itu untuk Kanjeng Ratu”. Cuma kan, saya nggak mudeng Kanjeng Ratu itu siapa.
Taufiq: Dari mana saudara tahu Kanjeng Ratu itu?
Saefudin: Pak Midi yang bilang Kanjeng Ratu.






