Poltracking Indonesia menempatkan Ganjar Pranowo dan Erick Thohir sebagai figur kuat di Pilpres 2024 berdasarkan temuan pokok dan analisis hasil survei berikut:
Pertama, karakter kepemimpinan yang penting dimiliki oleh calon presiden dan wakil presiden menurut publik adalah peduli dan perhatian pada rakyat (16.8%), diikuti dengan karakter jujur, bisa dipercaya dan bersih dari korupsi (16.0%) serta berpengalaman (12.7%).
Pada latar belakang pasangan calon presiden dan wakil presiden, publik menyukai kombinasi latar belakang kepala daerah – pengusaha (11.3%), kepala daerah – kepala daerah (10.3%) dan kepala daerah – menteri (10.2%).
Kedua, dalam simulasi surat suara 10 nama Capres 2024, angka elektabilitas dari setiap kandidat yaitu Ganjar Pranowo (26.9%), Prabowo Subianto (22.5%), Anies Baswedan (16.8%), Agus Harimurti Yudhoyono (3.6%), Ridwan Kamil (3.4%), Erick Thohir (2.6%), Sandiaga Salahuddin Uno (2.2%), Khofifah Indar Parawansa (2.0%), Airlangga Hartarto (1.8%) dan Puan Maharani (1.2%).
Ketiga, dalam simulasi surat suara 10 nama Cawapres 2024, angka elektabilitas dari setiap kandidat yaitu Sandiaga Salahuddin Uno (15.5%), Erick Thohir (12.4%), Agus Harimurti Yudhoyono (11.7%), Ridwan Kamil (8.1%), Puan Maharani (6.8%), Khofifah Indar Parawansa (4.9%), Airlangga Hartarto (4.5%), Andika Perkasa (2.8%), Mahfud MD (2.2%) dan Muhaimin Iskandar (0.7%).
Keempat, pada elektabilitas partai politik, PDIP (21.3%) adalah partai politik dengan elektabilitas tertinggi dalam simulasi 16 partai politik peserta Pemilu 2019, diikuti dengan Partai Gerindra (10.6%), Partai Golkar (9.9%), PKB (8.0%), Partai Nasdem (7.3%), Partai Demokrat (7.2%), PKS (5.8%), PAN (4.4%), PPP (3.2%) dan Perindo (2.1%). Elektabilitas partai lain berada di bawah 1%.
Baca Juga : Erick Thohir Dinilai Layak Maju di Pilpres 2024
“Meskipun demikian, angka elektabilitas ini adalah potret potensi suara partai (party votes) yang berpotensi berubah dan cenderung naik karena kontribusi suara terhadap calon anggota legislatif (personal votes) dari masing-masing partai,” pungkas Yuda.






