Menu
Precision, Actual & Factual

Dalam Sidang Tipikor, Mulai Terkuak Kemana Saja Duit BUMD Lambar Mengalir & Dipakai

  • Bagikan

Pemeriksaan Saksi dalam sidang TPK BUMD Lambar di PN Tanjungkarang. Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Dana penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk Perusahaan Daerah (PD) Pesagi Mandiri Perkasa yang ditujukan sebagai biaya pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sekincau, terungkap telah dipinjamkan dan belum dikembalikan oleh beberapa pihak, maka untuk itu pihak-pihak yang bersangkutan dimintakan dapat segera dihadirkan ke persidangan dan bergegas memulangkan dana tersebut ke kas negara.

Hal itu terkuak dalam persidangan lanjutan perkara Korupsi Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Barat terhadap dana penyertaan penambahan modal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kepada Perusahaan Daerah (PD) Pesagi Mandiri Perkasa pada Senin (08/03), yang digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak rekanan bisnis jual beli kopi.

Saksi yang dihadirkan ke persidangan lanjutan kali ini bernama Agung Sugiarto alias Kamto, salah seorang yang berhubungan dengan kedua terdakwa (Deria Sentosa dan Galih Priadi) dalam bisnis jual beli kopi yang anggarannya berasa dari dana pembangunan SPBU Sekincau, yang menjadi sumber masalah dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ini.

Dari kesaksiannya terungkap bahwa adanya uang sebanyak Rp1 miliar mengalir ke usaha jual beli kopi tersebut dalam bentuk sebuah pinjaman, namun saksi menerangkan dirinya bukanlah penerima dari dana tersebut, ia menjelaskan berdasarkan sepengetahuannya seorang bernama Yudistira Febrian yang merupakan atasannya adalah orang yang langsung berurusan terkait perjanjian pinjam meminjam kepada kedua terdakwa selaku Direksi PD. Pesagi Mandiri Perkasa.

“Saya mengetahui adanya peminjaman uang dari Pak Deria Sentosa dan Galih Priadi kepada bos saya Pak Yudistira yang sebanyak Rp1 miliar itu, saya juga mengetahui untuk pinjaman itu pak Yudistira menjaminkan 2 (dua) sertifikat tanah,” ungkap Kamto.

Atas keterangan yang diberikan oleh saksi dalam gelaran sidang kali ini, Majelis Hakim pun memerintahkan kepada jaksa untuk menghadirkan Yudistira dalam persidangan selanjutnya, ia berkeinginan agar pihak – pihak yang telah meminjam uang yang bersumber dari negara tersebut dapat segera memulangkannya ke kas negara.

Perintah dari Majelis Hakim kepada jaksa tersebut turut diapresiasi oleh Irwan Aprianto selaku kuasa hukum terdakwa Deria Sentosa, menurutnya Yudistira dan seluruh pihak yang telah menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi tersebut harus siap bertanggung jawab untuk segera mengembalikannya.

“Saya mengapresiasi inisiasi Majelis Hakim yang memerintahkan jaksa untuk menghadirkan Yudistira ke persidangan, sebab kesaksian yang kita dengar kali ini sudah terbukti menguatkan bahwa Yudistira bertanggung jawab atas uang Rp1 miliar tersebut, sama seperti pihak – pihak lain yang belum memulangkan, namanya uang negara ya wajib dikembalikan,” ujar Irwan.

Eka Putra 

  • Bagikan