Menu
Precision, Actual & Factual

Bangunan Ambruk Lampung Bay City Terus Dilidik Polisi

  • Bagikan
Dua orang dari PT Nusa Raya Cipta menghadiri panggilan penyidik Polsek Telukbetung Selatan terkait ambruknya proyek Lampung Bay City yang menewaskan seorang pekerja. Foto Tom Saputra

KIRKA.COPT Nusa Raya Cipta merupakan salah satu kontraktor Indonesia terkemuka. Berdasarkan penelusuran artikel yang ditemukan KIRKA.CO di google, PT yang umum nya dikenal sebagai NRC ini didirikan pada 17 September 1975 sebagai kelanjutan dari PT. National Roadbuilders & Construction Co yang didirikan oleh Ir. Benjamin Arman Suriajaya dan Ir. Marseno Wirjosaputro pada tanggal 25 November 1968. PT. Nusa Raya Cipta sendiri merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA).

Belakangan nama PT Nusa Raya Cipta ramai disebutkan di beberapa media di Lampung khususnya media Bandar Lampung, bukan karena prestasinya namun akibat ambruknya proyek pembangunan komplek apartemen dan mall Lampung Bay City yang digarap Perusahaan tersebut.

Parahnya lagi, dalam pembangunan proyek yang diberikan PT Nusa Raya Cipta selaku main kontraktor garapan Bumi Waras Group ini memakan korban jiwa, diketahui pada peristiwa yang terjadi di tanggal 27 Maret 2021. Seorang pekerja bernama Ruslaini warga Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini meninggal dunia setelah ikut terjatuh bersama reruntuhan bangunan lantai 5 dan 6, selain Ruslaini satu orang pekerja bernama Joni warga Bandar Lampung pun mengalami luka parah akibat peristiwa itu.

Atas kasus kecelakaan kerja ini, Mabes Polri serta Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung turun tangan. Tim Puslabfor Mabes Polri pada tanggal 30 Maret 2021 mendatangi tempat kejadian perkara. Beberapa sample mulai dari material bangunan serta petunjuk lainnya yang dibutuhkan dalam penyelidikan pun dibawa untuk uji lab.

Selain itu, tim dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung pun telah melakukan penyelidikan. Bahkan dari hasil penyelidikan ini, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung menemukan beberapa fakta terkait ambruknya bangunan tersebut.

Salah satunya yakni dugaan adanya getaran akibat peralatan concrete pump yang menempel pada dinding cor. Hingga menyebabkan kendornya scafolding penahan cor dan membuat ambruk bangunan.

Dalam kasus ini, Polsek Telukbetung Selatan telah memanggil beberapa saksi di tempat kejadian. Selain beberapa saksi, penyidik juga telah memanggil pihak PT Nusa Raya Cipta.

Meski belum adanya perkembangan dalam hal penyelidikan di kasus ini, Kapolsek Telukbetung Selatan Kompol Hari Budiyanto kepada KIRKA.CO menuturkan. Kasus kecelakaan kerja ini dipastikan akan tetap berjalan, dalam waktu dekat akan kami gelar perkara.

Terkait akan adanya pemanggilan ulang terhadap para saksi termasuk pihak PT NRC sendiri, lulusan Akademi Polisi 2006 ini mengatakan bisa saja semua dipanggil kembali.

“Jika ada keterangan yang dibutuhkan kembali oleh penyidik, mereka mereka yang kemarin dipanggil bisa saja akan dipanggil kembali termasuk pihak PT. NRC,” kata Hari Budiyanto.

Sayangnya, ketika KIRKA.CO ingin meminta keterangan maupun klarifikasi dari PT. NRC maupun pihak Bumi Waras Group. Kedua pihak enggan memberikan jawaban.

Saat menghubungi Benny Susanto atau Koh Abeng dinomor handphone 0812 1826 xxxx yang dikatakan sebagai pemilik perusahaan BW, pewarta KIRKA.CO tidak mendapatkan jawaban. Pesan singkat lewat aplikasi WhatsApp ini hanya dibaca saja.

Begitu juga saat pewarta KIRKA.CO mencoba menghubungi Riki di nomor handphone 0812 1976 xxxx, sama seperti Benny Susanto. Riki pun enggan memberikan komentar meski pesan yang dikirimkan tersampaikan dan telah dibacanya. Berdasarkan salah satu sumber KIRKA.CO, Riki merupakan salah satu Manager PT NRC dalam garapan proyek di Lampung.

 

Tom Saputra

Catatan : Sesuai pedoman media siber, redaksi KIRKA.CO akan melakukan revisi terbatas bila sudah mendapatkan jawaban dari konfirmasi yang ditujukan pada Benny Susanto dan Riki.

  • Bagikan