PT Sumur Makmur Abadi Tanam 6.000 Mangrove di Sumber Nadi, Dihadiri Pemprov

PT Sumur Makmur Abadi Tanam 6.000 Mangrove di Sumber Nadi, Dihadiri Pemprov
TANAM MANGROVE — Pemerhati Pembangunan Mahendra Utama mengulas aksi penanaman 6.000 bibit mangrove oleh PT Sumur Makmur Abadi bersama jajaran Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Selatan di Desa Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang. Foto: Istimewa/Kirka/Iz

Kirka – PT Sumur Makmur Abadi menanam 6.000 batang bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan.

Aksi penghijauan sabuk pantai menjadi langkah nyata pelestarian ekosistem laut sekaligus perwujudan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menjelaskan bahwa gerakan rehabilitasi pesisir di Kecamatan Ketapang memiliki arti penting bagi keseimbangan alam dan perekonomian masyarakat sekitar.

Merujuk pada teori ekologi restorasi, penanaman kembali hutan bakau secara langsung memulihkan fungsi alami garis pantai yang rentan tergerus gelombang laut.

“Rehabilitasi mangrove di Desa Sumber Nadi berfungsi memulihkan kembali benteng alami kawasan pesisir.

“Berdasarkan prinsip ekologi restorasi, ribuan pohon bakau yang tumbuh kelak berperan sebagai penahan laju abrasi, rumah bagi perkembangbiakan biota laut, serta penyerap emisi karbon yang sangat efektif,” ujar Mahendra Utama, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Lebih jauh, Mahendra mengaitkan kepedulian lingkungan di Lampung Selatan dengan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Menurutnya, geliat aktivitas ekonomi dan operasional industri pelabuhan wajib berjalan beriringan dengan upaya menjaga daya dukung lingkungan.

“Aktivitas ekonomi harus menjaga daya dukung alam sekitar. Keterlibatan pemerintah, aparat keamanan, lembaga lingkungan, dan korporasi di Sumber Nadi membuktikan kuatnya kolaborasi lintas sektor.

“Agar manfaat ekologisnya benar-benar terukur, penanaman wajib diikuti tahap perawatan rutin, penyulaman bibit yang mati, serta evaluasi berkala,” tegas Mahendra.

Sejalan dengan pandangan Mahendra, Kepala Pelabuhan PT Sumur Makmur Abadi, Tatang Rohadi, ST., M.Si., memastikan bahwa perusahaannya merancang program penghijauan pantai secara berkesinambungan.

Pihak manajemen berkomitmen mendukung kemajuan Provinsi Lampung lewat program pelestarian alam yang terukur di lapangan.

“Penanaman 6.000 batang mangrove adalah komitmen kami terhadap lingkungan dan pembangunan Lampung yang berkelanjutan,” kata Tatang Rohadi.

Gerakan tanam ribuan bibit bakau di Desa Sumber Nadi turut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

Tampak hadir di lokasi perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD), Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Tenaga Ahli Gubernur Lampung Bidang Lingkungan Hidup.

Pengawalan program juga diperkuat oleh kehadiran organisasi lingkungan Mitra Bentala bersama Forum CSR Lampung.

Dari jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, hadir langsung Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setdakab Lampung Selatan, Dr. Tri Umaryani, M.Si.

Kehadirannya didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Selatan, Yespi Cory, S.H., beserta Kepala Dinas Perikanan, Aryantoni, S.Sos., M.M.

Sinergi di lapangan kian lengkap dengan kehadiran unsur kepolisian dan TNI. Jajaran Polres Lampung Selatan diwakili oleh Kapolsek Panengahan, sementara Dandim diwakili oleh Danramil setempat yang ikut terjun langsung menanam bibit mangrove bersama para pemangku kepentingan.