Turunkan Pasukan MLBB dan PUBG, ESI Lampung Pede Sabet Emas PON NTB

Turunkan Pasukan MLBB dan PUBG, ESI Lampung Pede Sabet Emas PON NTB
Jajaran pengurus ESI Provinsi Lampung bersama Ketua dan pengurus inti KONI Provinsi Lampung usai menggelar audiensi di Bandarlampung. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Pengurus Provinsi (Pengprov) Esports Indonesia (ESI) Lampung menargetkan perolehan satu medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Target tersebut disepakati dalam audiensi antara pengurus ESI dan jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung di Bandarlampung, Senin, 11 Mei 2026.

Sekretaris ESI Provinsi Lampung, Indra Ferza, menjelaskan bahwa kontingennya akan bersaing di lima nomor pertandingan bergengsi.

Nomor tersebut meliputi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG), Free Fire (FF), eFootball konsol, dan eFootball mobile.

Sebagai langkah konkret merealisasikan target emas, ESI Lampung tengah memaksimalkan ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sebagai wadah seleksi.

Setelah penjaringan atlet rampung, ESI berencana langsung menggelar Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda).

“Pelaksanaan Porprov kali ini kami fokuskan sebagai ajang penjaringan atlet-atlet potensial.

“Mereka yang lolos kualifikasi ini akan dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi ketatnya persaingan di PON,” papar Indra.

Menanggapi pemaparan program itu, Ketua KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, menyatakan dukungan penuh terhadap keseriusan pembinaan atlet esports.

Taufik yang didampingi jajaran pengurus inti KONI menekankan pentingnya transparansi dan kualitas dalam proses seleksi.

“KONI berharap proses seleksi atlet dilakukan secara cermat dan objektif agar benar-benar menghasilkan atlet terbaik yang mampu bersaing di tingkat nasional,” tegas Taufik.

Lebih lanjut, Taufik juga memberikan catatan khusus mengenai manajemen waktu latihan kontingen esports.

Ia mengingatkan agar koordinasi dan komunikasi antara ESI dan KONI terus dijaga intensitasnya, sehingga seluruh kendala teknis maupun non teknis jelang PON NTB dapat diantisipasi sejak dini.