Kirka – Upaya mendongkrak prestasi olahraga tidak melulu soal atlet.
Menyadari hal itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mengambil langkah dengan menggembleng 30 pelatih panjat tebing lewat Kursus Dasar Pelatih yang digelar di Bandarlampung.
Wakil Ketua II KONI Lampung, Riaagus Ria, saat membuka kegiatan menegaskan adanya pergeseran paradigma dalam pembinaan olahraga.
Baginya, di era modern ini, mencetak juara tidak bisa lagi sekadar mengandalkan bakat alam atlet. Ada variabel penentu lain yang kerap dikesampingkan: kompetensi pelatih.
“Kursus ini bukan sekadar formalitas atau gugur kewajiban, tapi investasi vital,” tegas Riaagus di hadapan para peserta yang merupakan delegasi dari berbagai kabupaten/kota se-Lampung, Sabtu, 14 Februari 2026.
Riaagus mengingatkan, pelatih adalah arsitek di balik performa atlet.
Tanpa pelatih yang paham metode latihan terukur, sistematis, dan berkelanjutan, bakat atlet hanya akan jalan di tempat.
Kualitas pelatih, menurutnya, berbanding lurus dengan daya saing atlet di arena kompetisi.
Di sisi lain, demi memastikan kualitas lulusan, KONI Lampung tidak main-main dalam menyusun materi.
Fasilitas pelatihan ini menghadirkan instruktur dan praktisi berpengalaman untuk membedah jeroan ilmu kepelatihan.
Para peserta tidak hanya dibekali teknik memanjat.
Mereka digembleng dengan paket lengkap sport science dasar, mulai dari penyusunan program latihan fisik hingga manajemen mental (psikologi) atlet, aspek yang sering menjadi pembeda antara juara dan peserta biasa.
Antusiasme peserta pun tampak tinggi sejak sesi awal.
Forum itu dimanfaatkan tidak hanya untuk menyerap ilmu, tetapi juga memperbarui wawasan terhadap regulasi dan teknik terbaru dunia panjat tebing.
Lewat agenda ini, KONI Lampung menargetkan lahirnya krop pelatih yang tidak hanya profesional, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman.
Output akhirnya jelas, mengembalikan dan meningkatkan taring prestasi panjat tebing Lampung di kancah nasional maupun internasional.






