KIRKA – Sikap Luhut Binsar Panjaitan melihat duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang resmi sebagai calon peserta Pilpres 2024 diutarakan lewat tulisan yang ia unggah melalui akun media sosial Instagram-nya @luhut.pandjaitan.
Sikap ini Luhut sampaikan usai mendengar Prabowo dan Gibran mendaftar ke KPU pada 25 Oktober 2023.
Menurut hematnya, duet Prabowo dan Gibran memunculkan ragam pendapat dari masyarakat luas; ada yang melihatnya dengan rasa optimisme dan ada pula yang menilainya dengan kacamata keraguan.
Bagi Luhut yang sudah mengarungi gelombang politik Indonesia selama puluhan tahun, keputusan duet antara Prabowo dan Gibran tentu penuh dengan pertimbangan mendalam.
Apalagi keputusan tersebut berkaitan dengan arena politik.
Duet Prabowo dan putra sulung Presiden Joko Widodo itu dipandang Luhut sebagai simbiosis antara kebijaksanaan dan energi baru yang terpadu dengan sempurna untuk Indonesia.
Baca juga: PSI Tambah Dukungan untuk Prabowo-Gibran Maju Pilpres 2024
”Negeri kita yang kaya bukan hanya dari sumber daya alam tetapi juga dari potensi besar generasinya, membutuhkan sinergi antara kebijaksanaan dari pengalaman dan inovasi generasi muda,” tulis Luhut dikutip pada 26 Oktober 2023.
Majunya Prabowo dan Gibran dalam Pilpres 2024 membuat Luhut teringat pada sosok Joko Widodo ketika memasuki percaturan politik Indonesia.
”Diremehkan berbagai pihak ketika maju sebagai kontestan, namun menjelma menjadi salah satu tokoh yang sangat diperhitungkan.
Memenangkan dua kali Pemilihan Presiden di Indonesia tidaklah sederhana.
Maka saya melihat, keraguan yang muncul saat ini di pikiran banyak orang terhadap keputusan Pak Prabowo memilih Mas Gibran adalah hal yang dapat dipahami.
Namun, kita harus selalu mengingat bahwa setiap langkah yang diambil oleh keduanya, saya yakini memiliki niat tulus untuk mewujudkan visi Indonesia Maju.
Baca juga: Prabowo Bersama Gibran Resmi Jadi Peserta Pilpres 2024
Dalam jejak sejarah kita, persatuan dan kolaborasi telah terbukti sebagai kunci kemajuan bangsa,” ucap Luhut yang saat ini menjalani perawatan medis di Singapura.
Di akhir sikap Luhut melihat duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka ini, ia berharap agar publik memeluk prinsip Agree to Disagree.
Ia menyarankan dan mengimbau supaya proses Pilpres 2024 dijadikan sebagai momen pendewasaan menuju masa depan emas bagi Indonesia.
”Terakhir, saya ingin nmengingatkan bahwa di era saat ini, lebih bijaksana untuk kita fokus pada menbangun jalinan persahabatan daripada menciptakan permusuhan.
Sebagai bangsa yang bhinneka, tentu kritik dan saran adalah unsur vital dalam dinamika kita.
Tetapi kita tetap perlu memilah antara kritik yang konstruktif dan keraguan yang tak produktif.
Baca juga: SKCK Gibran Cawapres Prabowo Terbit
Kalaupun pada akhirnya kita harus berbeda pandangan dan pilihan, saya ingin mengajak, mari kita peluk prinsip “agree to disagree”.
Kita boleh memiliki dan meyakini pilihan kita, tapi harus ingat, orang lain pun berhak punya pandangan dan pilihannya sendiri.
Jadi, mari saling menghargai satu sama lain. Jadikan momen Penmilihan Umum 2024 ini sebagai momen pendewasaan kita sebagai bangsa.
Kita sedang menulis sejarah dan takdir kita sendiri, menuju masa depan emas bagi Indonesia,” tutup Luhut.






