KIRKA – Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda menyebutkan bahwa Pulau Jawa kunci capres dan cawapres jawara Pemilu 2024.
“Pulau Jawa adalah kunci atau penentu kemenangan karena pemilih Indonesia hampir 60 persennya berada di Pulau Jawa,” kata dia dalam sebuah acara televisi swasta nasional, Kamis, 15 Desember 2022.
Hanta menyampaikan Poltracking Indonesia melakukan survei calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) terkuat pada Pemilu 2024 dengan melibatkan 1.000 responden di lima provinsi di Pulau Jawa pada 26 November-2 Desember 2022.
“Kami melakukan survei dengan total responden 5.000 jiwa di seluruh Pulau Jawa. Setiap provinsi masing-masing 1.000 responden,” ujar dia.
Hanta menekankan bahwa Pulau Jawa kunci capres dan cawapres jawara Pemilu 2024 karena memiliki jumlah populasi pemilih yang besar.
“Kita bandingkan saja, misalnya Jawa Barat jumlah pemilihnya 17 persen, Jawa Tengah 16 persen, Jawa Timur 16 persen,” kata dia.
Populasi pemilih di tiga provinsi Pulau Jawa tersebut kurang lebih 50 persen ditambah lagi dengan Banten dan DKI Jakarta hampir mencapai 60 persen total pemilih se-Indonesia.
Populasi survei dipilih secara acak dengan kriteria responden yang sudah mempunyai hak pilih. Adapun margin of error survei sebesar +/- 3,1 persen. Sementara tingkat kepercayaan survei berada di angka 95 persen.
“Saya kira, siapapun calon presiden atau partai apapun, yang bisa menguasai Pulau Jawa, dia berpotensi memenangkan pertarungan Pilpres maupun Pileg,” ujar Hanta.
Poltracking Indonesia menemukan tiga nama capres dan cawapres terkuat sebagai jawara Pemilu 2024 di Pulau Jawa.
Hanta mengatakan berdasarkan temuan survei di 1.000 responden, Anies Baswedan cenderung menguasai wilayah barat Pulau Jawa yaitu DKI Jakarta dan Banten.
“Hampir separuhnya pemilih di DKI Jakarta dan Banten adalah basis Anies Baswedan,” kata dia.
Sementara, di Jawa Barat, Anies Baswedan masih unggul tapi tidak begitu dominan karena diikuti oleh Prabowo Subianto.
“Wilayah tengah dan timur Pulau Jawa, Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi basis Ganjar Pranowo. Di Jawa Timur Ganjar unggul, tapi tidak begitu kuat,” ujar dia.
Hanta menuturkan kesimpulan dari hasil survei yang dilakukan Poltracking Indonesia terhadap ketiga nama capres tersebut.
“Artinya, yang cukup kuat punya elektabilitas stabil melampaui dua digit di atas 10 persen hanya tiga orang ini yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto,” jelas dia.
Dia mengatakan pertarungan capres di dua wilayah Pulau Jawa, Jawa Barat dan Jawa Timur masih kompetitif.
“Di Jawa Barat, Anies Baswedan unggul 36 persen. Di Jawa Timur, Ganjar unggul di angka 36 persen, artinya masih kompetitif di Jawa Barat dan Jawa Timur,” ujar dia.
Baca Juga: Calon Presiden Terkuat 2024 di Pulau Jawa
Selain capres terkuat, Poltracking Indonesia juga memotret cawapres terkuat di Pulau Jawa terhadap tiga nama yaitu AHY, Erick Thohir, dan Khofifah Indar Parawansa.
“Pilpres tanpa incumbent, variabel cawapres sangat determinan menentukan,” kata Hanta.
Dia mengatakan keliru dalam menentukan pasangan cawapres akan membahayakan elektabilitas capres yang potensial.
“Jadi figur-figur cawapres juga penting untuk dipertimbangkan,” ujar dia.
Hanta menyampaikan dari hasil temuan survei nama Menteri BUMN Erick Thohir ‘A1’ sebagai cawapres terkuat pada Pemilu 2024 di lima provinsi Pulau Jawa.
“Erick Thohir selalu muncul dua digit di semua daerah, sementara AHY hanya tiga kali, Ridwan Kamil di empat provinsi, Sandiaga Uno hanya dua kali, dan Khofifah hanya satu kali,” kata dia.
Baca Juga: Erick Thohir Calon Wakil Presiden Terkuat 2024
Preferensi pemilih Erick Thohir, lanjut dia, lebih cenderung memilih pasangannya adalah Ganjar Pranowo.
“Sebaliknya, pemilih Ganjar, mereka lebih condong menginginkan wakilnya Ganjar adalah Erick Thohir,” ujar dia.
Capres dan cawapres, Ganjar Pranowo dan Erick Thohir, menjadi pilihan favorit pemilih di Pulau Jawa.
“Begitu juga pemilih Anies Baswedan, kecenderungan pemilih lebih ke AHY sebagai pasangan Anies,” kata dia.






