Menu
Precision, Actual & Factual

Terbukti Sah Ikut Bisnis Sabu, Oknum Perwira Polisi Hanya Dipenjara 7 Tahun

  • Bagikan
Gedung PN Tanjung Karang Tempat Pelaksanaan Persidangan Online Oknum Perwira Polisi AKP Andrianto. Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Seorang oknum polisi berpangkat Ajun Komisaris harus menerima vonis penjara selama 7 tahun dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, yang dibacakan pada gelaran sidang lanjutannya pada Kamis sore (08/04), dirinya terbukti terlibat di dalam bisnis jual beli Narkotika jenis sabu yang beratnya melebihi lima gram.

“Menyatakan terdakwa tersebut¬†diatas, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menerima Narkotika golongan I (satu) dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya lebih dari lima gram sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama,” ucap Hakim Hartati saat bacakan putusannya.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda sejumlah Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana penjara selama satu bulan,” lanjutnya.

Dalam putusan di perkara ini, diketahui terdakwa AKP Andrianto dijerat oleh Majelis Hakim PN Tanjungkarang, dengan menggunakan Pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009, yang mengatur Tentang Narkotika, sesuai dengan dakwaan pertama dan pasal yang dituntutkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sementara tuntutan JPU sendiri yang dibacakan pada bulan lalu (09/03), menuntut oknum perwira tersebut dengan hukuman penjara selama 18 tahun penjara, dengan mengenakan pidana denda sebesar Rp 1 miliar dengan subsidair denda yakni hukuman empat bulan penjara.

Diketahui sebelumnya, oknum anggota Polri ini ditangkap dan diamankan oleh petugas Bandan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Lampung setelah melakukan pengembangan terhadap tersangka Adi Kurniawan yang juga berstatus sebagai seorang Kepala Kampung (Kakam) Sukajawa Kecamatan Bumi Ratu Nuban Lampung Tengah.

Adi Kurniawan adalah tersangka pertama yang diamankan setelah menerima sabu seberat satu kilogram yang dikirim langsung dari Pekan Baru Riau, yang saat penyidikan dan pemberkasan Kakam tersebut berhasil kabur dari dalam Rumah Tahanan (Rutan) sementara BNNP Lampung.

Selanjutnya Ia pun berhasil diamankan kembali di Palembang, namun saat ditangkap dirinya berusaha melakukan perlawanan sehingga petugas pun terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur, yang mengakibatkan dirinya harus mengalami pendarahan dan meninggal dunia saat dilakukan tindakan pertolongan.

Sementara usai Majelis Hakim membacakan putusannya kali ini, JPU yang merasa vonis yang diberikan jauh lebih ringan dari tuntutannya langsung menyatakan Banding atas putusan yang dijatuhkan, namun terhadap terdakwa dan Kuasa Hukumnya masih menyatakan sikap pikir-pikir selama tujuh hari kedepan.

Eka Putra

  • Bagikan